Fakta Unik: Mengapa Orang Amerika Tetap Minum Es Teh Meski Sedang Batuk?
Ada pemandangan yang mungkin terasa cukup aneh bagi sebagian masyarakat Indonesia: seseorang di Amerika Serikat tetap menikmati segelas iced tea atau sweet tea, bahkan ketika sedang mengalami batuk atau tenggorokan tidak nyaman.
Di Indonesia, ketika batuk, banyak orang justru memilih minuman hangat dan menghindari es karena anggapan bahwa minuman dingin dapat membuat batuk semakin parah. Namun, kebiasaan tersebut tidak sepenuhnya berlaku di Amerika Serikat.
Es Teh Bukan Sekadar Minuman
Khususnya di wilayah Amerika Serikat bagian Selatan, sweet tea telah berkembang menjadi bagian dari budaya kuliner. Minuman ini biasanya berupa teh yang diseduh, diberi gula, kemudian didinginkan dan disajikan dengan banyak es.
Museum Levine menjelaskan bahwa sweet tea telah menjadi minuman yang sangat umum di wilayah Selatan Amerika Serikat dan bahkan hadir dalam berbagai menu restoran serta makanan sehari-hari. (Museum of the New South)
Sejarah minum teh sendiri memiliki akar panjang dalam budaya Amerika. Smithsonian mencatat bahwa teh dan gula telah menjadi bagian dari kebiasaan konsumsi masyarakat Amerika sejak masa kolonial. (Museum Sejarah Amerika Smithsonian)
Karena itu, bagi sebagian masyarakat Amerika Selatan, segelas sweet tea bukan hanya minuman untuk menghilangkan dahaga. Ia juga berkaitan dengan kebiasaan makan, suasana keluarga, dan identitas kuliner daerah.
Lalu, Mengapa Tetap Minum Es Saat Batuk?
Jawabannya sederhana: batuk tidak selalu berarti seseorang harus menghindari minuman dingin.
Menurut Mayo Clinic, minuman hangat memang dapat membantu memberikan rasa nyaman pada tenggorokan. Namun, makanan atau minuman dingin seperti es juga dapat memberikan efek menenangkan pada sebagian orang yang mengalami sakit tenggorokan. (Mayo Clinic)
CDC juga merekomendasikan menjaga tubuh tetap mendapatkan cukup cairan ketika mengalami pilek atau infeksi saluran pernapasan. CDC bahkan menyebut es batu dan popsicles sebagai salah satu pilihan yang dapat membantu meredakan rasa tidak nyaman pada tenggorokan. (CDC)
Artinya, dingin bukan secara otomatis penyebab batuk menjadi lebih parah. Respons setiap orang terhadap suhu minuman dapat berbeda.
Yang Lebih Penting Adalah Kondisi Tubuh
Batuk dan sakit tenggorokan sering kali merupakan bagian dari infeksi saluran pernapasan akibat virus. CDC menyebut bahwa sebagian besar sakit tenggorokan disebabkan oleh virus dan biasanya dapat membaik dengan sendirinya. (CDC)
Karena itu, yang lebih penting ketika sedang batuk adalah cukup istirahat, menjaga hidrasi, dan memilih makanan atau minuman yang membuat tubuh terasa nyaman.
Jika es teh membuat tenggorokan seseorang terasa semakin tidak nyaman, tentu lebih baik memilih minuman hangat. Sebaliknya, jika minuman dingin justru terasa menyegarkan dan tidak memperburuk gejala, tidak ada alasan medis umum bahwa semua penderita batuk wajib menghindarinya.
Jadi, Ini Bukan Berarti Orang Amerika “Kebal Es”
Fenomena orang Amerika tetap minum es teh ketika batuk lebih tepat dilihat sebagai perbedaan kebiasaan dan budaya, bukan karena mereka mempunyai sistem kekebalan khusus terhadap minuman dingin.
Di Amerika, terutama wilayah Selatan, sweet tea sudah begitu melekat dalam kehidupan sehari-hari sehingga meminumnya saat kondisi tubuh kurang sehat pun tidak selalu dianggap aneh.
Sementara di Indonesia, budaya pengobatan rumahan lebih sering mengaitkan batuk dengan kebutuhan menghindari minuman dingin dan memilih minuman hangat.
Menariknya, dari sisi medis, kedua kebiasaan tersebut sebenarnya bisa dipertemukan pada satu prinsip: pilih minuman yang membantu menjaga cairan tubuh dan membuat tenggorokan terasa nyaman.
Jadi, kalau melihat orang Amerika sedang batuk tetapi masih santai menyeruput es teh, jangan langsung berpikir, “Kok malah minum es?”
Bisa jadi bagi mereka, batuk adalah masalah kesehatan—sedangkan sweet tea adalah bagian dari kehidupan sehari-hari.
Sumber: CDC, Mayo Clinic, Smithsonian Institution, National Museum of American History, dan Levine Museum of the New South. (CDC)
Posting Komentar