Benarkah Tape Bisa Mengatasi Asam Lambung? Ini Faktanya
JEPARA — Tape, terutama tape singkong, merupakan makanan fermentasi yang sudah lama dikenal masyarakat Indonesia. Selain rasanya manis dan sedikit asam, tape juga sering disebut-sebut memiliki manfaat untuk pencernaan. Bahkan, muncul anggapan bahwa mengonsumsi tape dapat membantu mengatasi keluhan asam lambung.
Namun, benarkah tape bisa menjadi obat untuk asam lambung?
Jawabannya, belum ada bukti klinis yang cukup untuk menyatakan bahwa tape dapat mengobati penyakit asam lambung atau GERD.
Penelitian memang menunjukkan bahwa tape singkong mengandung mikroorganisme hasil fermentasi, termasuk bakteri asam laktat yang memiliki potensi sebagai probiotik. Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Jurnal Penelitian Farmasi Indonesia menemukan adanya bakteri asam laktat dari fermentasi tape singkong yang memiliki karakteristik berpotensi sebagai probiotik. (Jurnal Penelitian Farmasi Indonesia)
Akan tetapi, keberadaan bakteri baik tersebut tidak otomatis berarti tape dapat menetralkan asam lambung atau menyembuhkan GERD. Bukti mengenai manfaat probiotik terhadap gejala GERD sendiri masih belum cukup kuat untuk dijadikan terapi utama. Sebuah tinjauan sistematis menemukan sejumlah penelitian yang menunjukkan kemungkinan manfaat probiotik terhadap gejala seperti heartburn dan regurgitasi, tetapi peneliti menekankan perlunya uji klinis yang lebih kuat. (PubMed Central (PMC))
Justru Bisa Memicu Keluhan pada Sebagian Orang
Hal yang perlu diperhatikan, tape merupakan produk fermentasi yang menghasilkan asam organik dan sejumlah alkohol. Pada orang tertentu yang sensitif, makanan seperti ini justru dapat memperburuk keluhan seperti perih di ulu hati, rasa panas di dada, mual, atau sensasi asam naik ke tenggorokan.
Karena itu, respons tubuh terhadap tape tidak selalu sama. Ada orang yang dapat mengonsumsinya tanpa masalah, sementara penderita GERD tertentu justru merasa gejalanya semakin berat.
Panduan dari National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK) menyebutkan bahwa penderita GERD sebaiknya memperhatikan makanan atau minuman yang secara pribadi memicu gejala. Makanan pemicu dapat berbeda antara satu orang dengan orang lainnya. (Institut Diabetes dan Pencernaan)
Jadi, Mitos atau Fakta?
Anggapan bahwa “makan tape bisa mengobati asam lambung” lebih tepat disebut mitos jika dimaksudkan sebagai pengobatan.
Tape memang mempunyai komponen hasil fermentasi yang menarik untuk diteliti dan berpotensi mendukung kesehatan pencernaan. Namun, sampai saat ini belum cukup bukti bahwa mengonsumsi tape dapat menyembuhkan GERD atau mengurangi produksi asam lambung secara langsung.
Bagi penderita GERD, langkah yang lebih terbukti antara lain menghindari makanan pemicu pribadi, tidak langsung berbaring setelah makan, serta memberi jarak setidaknya sekitar tiga jam antara makan dan waktu tidur. (Institut Diabetes dan Pencernaan)
Jika keluhan asam lambung sering kambuh, mengganggu aktivitas, atau tidak membaik dengan perubahan pola makan, sebaiknya dilakukan pemeriksaan medis. Jangan mengganti pengobatan dokter dengan makanan tertentu hanya berdasarkan pengalaman atau mitos yang beredar.
Kesimpulannya: tape bukan obat asam lambung. Kandungan hasil fermentasinya memang menarik dan berpotensi memberikan manfaat bagi pencernaan, tetapi pada sebagian orang justru dapat memicu gejala GERD. Jadi, kalau setelah makan tape dada terasa panas dan asam naik, jangan dipaksakan hanya karena dipercaya sebagai “obat tradisional”.

Posting Komentar