Business-With-Us-20251204-185150-0000

Weton Ini Disebut Paling Sulit Akur dengan Pasangan, Benarkah? Ini Penjelasan Primbon Jawa

Daftar Isi

Zonaintiem.com – Tradisi primbon Jawa hingga kini masih dipercaya sebagian masyarakat, terutama dalam urusan jodoh dan rumah tangga. Salah satu yang paling sering diperhitungkan adalah weton atau tanggal lahir Jawa yang diyakini dapat menentukan kecocokan pasangan.

Dalam budaya Jawa kuno, weton merupakan gabungan hari lahir dan pasaran Jawa seperti Legi, Pahing, Pon, Wage, serta Kliwon. Dari kombinasi tersebut kemudian dihitung nilai neptu untuk mengetahui karakter hingga potensi keharmonisan rumah tangga.

Tak sedikit masyarakat yang percaya ada beberapa weton tertentu yang dianggap “tidak berjodoh” atau sulit akur apabila dipersatukan dalam pernikahan.

Weton yang Diyakini Sulit Harmonis

Berdasarkan perhitungan primbon Jawa, terdapat beberapa kategori hasil hitungan yang dianggap kurang baik dalam hubungan rumah tangga, di antaranya Pegat, Padu, dan Satriya Wirang.

1. Pegat

Pegat dipercaya menjadi pertanda hubungan yang rawan perpisahan. Pasangan dengan hitungan ini disebut sering mengalami konflik berat hingga berujung perceraian.

Dalam sejumlah kitab primbon Jawa, kategori Pegat biasanya muncul dari jumlah neptu tertentu hasil perhitungan weton kedua pasangan.

2. Padu

Kategori Padu berarti pasangan yang mudah bertengkar dan sulit menemukan kecocokan dalam komunikasi sehari-hari.

Beberapa kombinasi weton yang sering disebut dalam tradisi Jawa antara lain:

  • Selasa Kliwon dengan Jumat Kliwon

  • Kamis Pon dengan Rabu Kliwon

Pasangan dengan hitungan ini dipercaya membutuhkan kesabaran ekstra agar hubungan tetap harmonis.

3. Satriya Wirang

Satriya Wirang diartikan sebagai kondisi rumah tangga yang rawan dipenuhi rasa kecewa, malu, atau masalah ekonomi.

Meski begitu, masyarakat Jawa zaman dahulu biasanya melakukan berbagai ikhtiar seperti doa, selamatan, hingga ruwatan sebagai bentuk penolak bala.

Primbon Jawa Masih Dipercaya hingga Kini

Di berbagai daerah Jawa, hitungan weton masih sering digunakan sebelum menentukan hari pernikahan. Bahkan ada keluarga yang menjadikan primbon sebagai bahan pertimbangan utama sebelum lamaran dilanjutkan ke jenjang pernikahan.

Meski demikian, banyak budayawan menilai primbon hanyalah bagian dari warisan budaya dan bukan kepastian mutlak terhadap nasib seseorang.

Keharmonisan rumah tangga tetap dipengaruhi komunikasi, tanggung jawab, serta komitmen kedua pasangan dalam menjalani hubungan.

Warisan Budaya Leluhur

Primbon Jawa sendiri merupakan kumpulan pengetahuan tradisional masyarakat Jawa yang diwariskan turun-temurun sejak zaman kerajaan. Selain membahas jodoh, primbon juga digunakan untuk menentukan hari baik, rezeki, watak seseorang, hingga arah usaha.

Karena itulah, meski zaman terus berkembang, tradisi menghitung weton masih bertahan dan menjadi bagian dari budaya masyarakat Jawa hingga sekarang.

Posting Komentar

Business-With-Us-1