Pemkab Jepara–Demak Rencanakan Revitalisasi Jalur Alternatif Pesisir Menuju Semarang
Zonaintiem.com, JEPARA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara menggandeng Pemkab Demak untuk merevitalisasi jalur alternatif penghubung Jepara–Semarang melalui kawasan pesisir Demak. Upaya tersebut dilakukan guna memperlancar konektivitas antarwilayah sekaligus mengantisipasi kendala di jalur utama Pantura.
Salah satu prioritas yang akan diusulkan untuk mendapatkan bantuan, baik dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah maupun Pemerintah Pusat, yakni pembangunan ulang jembatan penghubung perbatasan Jepara–Demak di kawasan Wedung–Kedung.
Berdasarkan pantauan di lapangan, jembatan tersebut cukup padat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat. Namun, kondisi jembatan yang sudah berusia tua membuat badan jembatan terasa bergetar saat dilintasi banyak kendaraan. Selain itu, lebar jembatan yang terbatas menyebabkan kendaraan roda empat tidak dapat berpapasan, sehingga pengendara dari arah tertentu harus mengalah dan memundurkan kendaraan.
Bupati Jepara, Witiarso Utomo, mengatakan proses pengusulan pembangunan ulang jembatan perbatasan tersebut akan mulai dilakukan pada tahun ini. Tahap awal yang dilakukan yakni sinkronisasi data antara Pemkab Jepara dan Pemkab Demak.
“Prosesnya akan mulai kita lakukan tahun ini, terutama untuk sinkronisasi data jembatan perbatasan Jepara dan Demak. Karena secara administratif jembatan itu berada di dua wilayah, sehingga harus diproses bersama-sama agar bisa mendapatkan jembatan yang baru,” kata Wiwit saat dikutip dari Betanews.id, Sabtu (31/1/2026).
Menurut Wiwit, revitalisasi jalur alternatif ini sangat dibutuhkan mengingat waktu tempuh dari Jepara ke Semarang dapat mencapai tiga hingga empat jam saat terjadi kendala di jalur utama Pantura, seperti perbaikan jalan maupun banjir rob.
“Kondisi ini tidak hanya menyulitkan akses transportasi masyarakat, tetapi juga berdampak pada sektor industri di Kabupaten Jepara,” ujarnya.
Ia menjelaskan, keberadaan jalur alternatif melalui Demak akan sangat membantu mempercepat akses menuju Semarang, terutama ketika jalur Pantura mengalami gangguan. Selain itu, akses yang lancar dinilai mampu meningkatkan minat investor untuk datang ke Jepara.
“Dengan jalur alternatif ini, ketika Pantura bermasalah, akses ke Semarang bisa lebih cepat dan tentu memudahkan investor untuk masuk ke Jepara,” jelasnya.
Terkait kesiapan infrastruktur, Wiwit menyebut kondisi jalan di wilayah Jepara saat ini sudah relatif baik. Kendala justru berada di wilayah Kabupaten Demak yang sebagian jalurnya terdampak banjir rob.
Oleh karena itu, pada Rabu (28/1/2026) lalu, Bupati Jepara bersama jajaran perangkat daerah terkait melakukan koordinasi langsung dengan Pemkab Demak. Dari hasil pertemuan tersebut, Pemkab Demak berencana membuka kembali jalur lama yang selama ini terendam banjir rob sebagai jalur alternatif baru.
“Jepara sebenarnya sudah sangat siap untuk konektivitas Jepara–Demak–Semarang. Pekerjaan cukup banyak memang ada di Demak. Kemarin kami bertemu Bupatinya, dan mereka akan menghidupkan kembali jalan lama yang selama ini tenggelam akibat rob,” ungkap Wiwit.
Editor: ZI/YA



Posting Komentar