Business-With-Us-20251204-185150-0000

Viral Bocah Dikira Pelaku Teror Pocong, Rizky Yajibibowo Akhirnya Buka Suara: “Itu Saat Main Reog”

Daftar Isi


Zonaintiem.com, Jepara – Viral di media sosial seorang bocah disebut-sebut sebagai pelaku “teror pocong” yang sempat membuat warga resah. Video dan foto bocah tersebut ramai dibagikan di berbagai platform dengan narasi bahwa dirinya ditangkap karena menakut-nakuti warga menggunakan kostum pocong.

Namun belakangan, bocah bernama Rizky Yajibibowo akhirnya buka suara dan memberikan klarifikasi langsung melalui akun TikTok pribadinya. Ia menegaskan bahwa foto yang beredar bukan terkait aksi teror pocong, melainkan saat dirinya tampil dalam atraksi kesenian reog di sebuah bazar di Boyolali, Jawa Tengah.

Video klarifikasi Rizky pun langsung viral dan menuai simpati dari netizen. Banyak pengguna media sosial mulai menyadari bahwa foto tersebut telah disalahgunakan hingga menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.

Rizky: Foto Itu Diambil Saat Pentas Reog

Dalam video klarifikasinya, Rizky menyampaikan keberatan atas narasi hoaks yang menyeret namanya.

“Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Nama saya Rizky Yajibibowo. Saya mau klarifikasi atas berita hoaks yang dibuat ini,” ujar Rizky dalam video yang beredar di TikTok.

Ia menjelaskan bahwa foto tersebut diambil saat dirinya mengikuti pertunjukan kesenian reog di wilayah Tukuh Harjo, Boyolali. Saat itu memang terdapat atraksi pocongan sebagai bagian dari hiburan rakyat.

“Foto saya ini diambil waktu saya main di kesenian reog di bazar. Nah waktu itu ada atraksi pocongan, ini saya,” jelasnya.

Rizky mengaku sedih karena foto tersebut kemudian dipakai untuk narasi negatif dan membuat dirinya seolah-olah menjadi pelaku teror pocong yang belakangan ramai diperbincangkan di media sosial.

“Nah kok ternyata foto saya dibuat hal-hal negatif, disalahgunakan dan tidak bertanggung jawab,” lanjut Rizky.

Ia juga meminta masyarakat untuk berhenti menyebarkan foto tersebut dengan informasi yang tidak benar. Rizky berharap klarifikasinya dapat menghentikan kesalahpahaman yang sudah telanjur menyebar luas.

Netizen Ramai Minta Maaf

Klarifikasi Rizky langsung dibanjiri komentar netizen. Banyak pengguna media sosial mengaku sempat percaya dengan narasi viral tersebut dan menyampaikan permintaan maaf.

Sebagian lainnya juga mengingatkan pentingnya memeriksa fakta sebelum membagikan informasi di media sosial agar tidak merugikan pihak lain, terlebih anak di bawah umur.

Fenomena penyebaran informasi tanpa verifikasi dinilai semakin marak di era media sosial, terutama ketika sebuah konten sudah lebih dulu viral dan memancing emosi publik.

Fenomena “Teror Pocong” Bikin Resah

Fenomena “pocong keliling” atau teror pocong sendiri belakangan kembali menjadi perbincangan hangat di masyarakat. Berbagai video dan foto sosok berbalut kain putih berkeliaran di malam hari viral di media sosial, terutama di wilayah Tangerang Raya, Jakarta, Jawa Tengah hingga Jawa Timur.

Sejumlah warga mengaku resah hingga melakukan patroli malam dan meningkatkan kewaspadaan karena khawatir fenomena tersebut berkaitan dengan aksi kriminal.

Namun berdasarkan penelusuran aparat kepolisian di sejumlah daerah, sebagian besar isu pocong itu ternyata hoaks atau ulah oknum yang membuat konten sensasi.

Di beberapa wilayah bahkan ditemukan kasus remaja yang sengaja membuat video prank berkostum pocong demi mendapatkan perhatian di media sosial.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imannuddin menegaskan pihaknya akan melakukan penegakan hukum apabila ditemukan unsur pidana dalam fenomena tersebut.

“Apabila di dalam fenomena pocong ini terdapat dugaan tindak pidana, baik itu berupa pencurian ataupun mungkin melakukan pengancaman dengan menggunakan senjata tajam atau mungkin melakukan upaya-upaya atau tindak pidana yang lainnya, kami juga akan melakukan penegakan hukum tanpa pandang bulu,” kata Iman seperti dikutip dari Detiknews.

Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat untuk lebih bijak menggunakan media sosial dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi kebenarannya.

Fenomena ini dinilai bukan pertama kali terjadi. Dalam sejumlah kasus sebelumnya, isu pocong kerap dimanfaatkan untuk menimbulkan keresahan warga atau bahkan dijadikan kedok aksi kriminal oleh oknum tertentu.

(ZI/YA)

Posting Komentar

Business-With-Us-1