Tujuh Pelajar Pelaku Konten Pocong di Sragen Menangis dan Sungkem kepada Orang Tua, Polisi Pilih Jalur Pembinaan
SRAGEN, Zonaintiem.com – Suasana haru menyelimuti Aula Satya Haprabu Polres Sragen, Jawa Tengah, Jumat (29/5/2026) siang. Tujuh pelajar yang sebelumnya viral karena membuat konten "pocong jadi-jadian" di media sosial menjalani pembinaan khusus yang melibatkan orang tua, pihak sekolah, serta aparat kepolisian.
Momen mengharukan terjadi ketika satu per satu pelajar maju ke hadapan orang tua mereka untuk meminta maaf dan sungkem sebagai bentuk penyesalan atas perbuatan yang telah menimbulkan keresahan di masyarakat.
Tangis pecah di dalam aula saat para orang tua memeluk anak-anak mereka yang mengaku menyesali aksi yang sempat viral di berbagai platform media sosial tersebut.
Kegiatan pembinaan dipimpin langsung Kapolres Sragen, AKBP Dewiana Syamsu Indysari, dan berlangsung mulai pukul 13.40 WIB hingga 15.15 WIB. Hadir dalam kegiatan tersebut unsur kepolisian, pihak sekolah, orang tua siswa, hingga UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Kabupaten Sragen.
Dalam arahannya, Kapolres menegaskan bahwa pihaknya sengaja mengedepankan pendekatan pembinaan guna menyelamatkan masa depan para pelajar, meskipun tindakan yang mereka lakukan berpotensi masuk dalam ranah pidana.
"Saya sangat prihatin. Apa gunanya mencari sensasi yang justru merugikan masyarakat? Kalian ini rata-rata masih kelas 2 SMA dan SMK, masih punya masa depan panjang," ujar AKBP Dewiana Syamsu Indysari.
Sebelumnya, para remaja tersebut diketahui melakukan siaran langsung di TikTok menggunakan kostum pocong pada malam hari demi mendapatkan perhatian dan meningkatkan popularitas di media sosial. Aksi itu memicu keresahan warga dan menjadi perbincangan luas di dunia maya.
Kapolres mengingatkan agar para pelajar tidak terjebak dalam budaya membuat konten tanpa mempertimbangkan dampak sosial yang ditimbulkan.
"Jangan ikut-ikutan membuat konten pocong-pocongan seperti di daerah lain yang akhirnya membuat masyarakat resah. Semua orang punya cita-cita, maka belajar yang giat dan tekun," tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolres juga menyinggung fenomena "generasi stroberi", yakni generasi yang terlihat baik dari luar namun dinilai rapuh secara mental dan moral.
"Besi itu berguna karena ditempa. Begitu juga manusia. Anak-anak harus dibentuk agar menjadi pribadi yang kuat dan berguna," katanya.
Tak hanya memberikan arahan kepada para pelajar, Kapolres juga meminta para orang tua untuk lebih aktif mengawasi dan membangun komunikasi dengan anak-anak mereka di tengah derasnya pengaruh media sosial.
"Orangtua harus benar-benar memahami anak-anaknya. Jangan sampai masalah seperti ini dianggap candaan. Bisa fatal. Peran keluarga sangat penting," lanjutnya.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Sragen AKP Catur Yudo Praseno menyoroti fenomena remaja yang mulai tergiur mencari penghasilan instan melalui media sosial, termasuk dari fitur gift pada platform TikTok.
Menurutnya, pola pikir tersebut berpotensi mendorong perilaku negatif apabila tidak diimbangi pengawasan yang memadai.
"Sekarang anak-anak punya mindset mencari uang dari gift TikTok untuk kebutuhan pribadi seperti rokok bahkan miras. Ini harus menjadi perhatian bersama," ungkapnya.
Ia juga menilai fenomena FOMO (Fear of Missing Out) menjadi salah satu faktor yang mendorong remaja mengikuti tren berbahaya, mulai dari balap liar hingga membuat konten sensasional demi mengejar popularitas.
Sebagai bagian dari proses pembinaan, ketujuh pelajar tersebut didata dan diambil sidik jarinya. Mereka juga diwajibkan melakukan wajib lapor dua kali dalam seminggu kepada Satreskrim Polres Sragen serta mengikuti pembinaan lanjutan dari Sat Binmas Polres Sragen.
Kapolres berharap peristiwa ini menjadi pelajaran berharga bagi generasi muda agar lebih bijak dalam menggunakan media sosial dan tidak mudah terpengaruh tren viral yang dapat merugikan diri sendiri maupun masyarakat.
"Saya masih peduli terhadap masa depan kalian. Jangan ulangi lagi. Gunakan masa muda untuk hal-hal positif dan membanggakan orang tua," pungkasnya.
(ZI/YA)


Posting Komentar