Business-With-Us-20251204-185150-0000

R.A. Kartini Meninggal Karena Apa? Ini Fakta Penyebab Wafatnya Sang Pahlawan Emansipasi

Daftar Isi

 



JAKARTA, Zonaintiem.com – Nama Raden Ajeng Kartini selalu dikenang setiap tanggal 21 April sebagai simbol perjuangan perempuan Indonesia. Namun, masih banyak masyarakat yang bertanya, R.A. Kartini meninggal karena apa?

Berdasarkan catatan sejarah, R.A. Kartini meninggal dunia akibat komplikasi pasca persalinan yang diduga merupakan preeklampsia. Kartini wafat pada 17 September 1904, hanya empat hari setelah melahirkan putra pertamanya, Soesalit Djojoadhiningrat, di Rembang, Jawa Tengah.

Saat itu, usia Kartini masih sangat muda, yakni 25 tahun. Kepergiannya menjadi salah satu kehilangan besar bagi bangsa Indonesia, mengingat pemikirannya tentang pendidikan dan kesetaraan perempuan telah memberi pengaruh besar hingga saat ini.

Preeklampsia sendiri merupakan komplikasi serius dalam kehamilan yang ditandai dengan tekanan darah tinggi dan gangguan pada organ tubuh, terutama ginjal dan hati. Dalam kondisi yang tidak tertangani, penyakit ini dapat berujung fatal bagi ibu maupun bayi.

Sejumlah sumber sejarah menyebutkan bahwa pada masa itu, fasilitas kesehatan untuk ibu melahirkan masih sangat terbatas, sehingga risiko kematian ibu pasca persalinan sangat tinggi.

Meski telah wafat lebih dari satu abad lalu, semangat perjuangan Kartini tetap hidup melalui pemikirannya yang terkenal dalam kumpulan surat “Habis Gelap Terbitlah Terang”, yang menjadi inspirasi perjuangan hak perempuan di Indonesia.

Posting Komentar

Business-With-Us-1