Business-With-Us-20251204-185150-0000

Festival Tongtek di Sekuro: Peserta Termuda Cakrawala Percussion Tampil Berani Sekaligus Layangkan Kritik Tajam

Daftar Isi


Jepara, Jawa Tengah – Grup Cakrawala Percussion Sekuro menjadi peserta termuda dalam ajang Festival Tongtek yang digelar dalam rangka Pekan Syawalan di area Masjid Darurohman, Desa Sekuro, pada Rabu malam (1/4/2026) pukul 20.00 WIB.

Meski belum berhasil masuk dalam tiga besar, keikutsertaan Cakrawala Percussion justru menjadi sorotan karena menghadirkan semangat dan keceriaan anak-anak dalam panggung festival tersebut.

Official Cakrawala Percussion, Yusuf Arfian, menegaskan bahwa tujuan utama keikutsertaan timnya bukan semata-mata untuk meraih kemenangan, melainkan memberikan pengalaman berharga bagi para anggota yang masih anak-anak.

“Kalau ambisi, kemungkinan besar tidak berambisi ya. Memang tujuan kita buat anak-anak kecil Al Rosyid ini biar senang dan ikut serta dalam acara besar ini,” ujarnya.

Festival Tongtek yang berlangsung meriah tersebut diikuti berbagai peserta dengan ragam penampilan. Namun, menurut Yusuf, terdapat beberapa catatan terkait konsep acara yang dinilai kurang fokus pada esensi tongtek itu sendiri.

Ia menilai, beberapa penampilan justru lebih mengarah ke campursari maupun pertunjukan dari sanggar seni, sehingga nuansa khas tongtek tidak terlalu menonjol. Selain itu, dominasi dekorasi besar dinilai lebih mencuri perhatian dibanding unsur musikal perkusi tradisional.

“Memang terkadang kategori kurang jelas. Festival tongtek yang tampil malah campursari dan sanggar-sanggar. Momentum tongteknya justru tidak muncul, dengan dominasi dekorasi yang besar-besar,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa ke depan penyelenggaraan acara serupa perlu dipersiapkan secara lebih matang, terutama dalam hal konsep, teknis pelaksanaan, hingga koordinasi dengan peserta.

“Saya kira ini karena kurang siapnya panitia dalam menggelar acara festival tongtek. Mungkin ke depan bisa dipisah jadi Festival Percussion dan Festival Dekorasi,” tambahnya.

Yusuf juga menyoroti pentingnya kejelasan juknis (petunjuk teknis) dan technical meeting sebelum acara berlangsung, agar setiap peserta memahami standar penilaian yang digunakan.

“Setiap event di Jepara, persiapkan acaramu dengan baik dan koordinasi juknis serta technical meeting yang matang. Karena dalam hal percussion itu bukan asal-asalan,” tegasnya.

Meski demikian, pihaknya tetap memberikan apresiasi kepada seluruh panitia dan dewan juri yang telah berupaya menyelenggarakan acara tersebut.

Festival Tongtek Pekan Syawalan di Masjid Darurohman sendiri menjadi bagian dari tradisi masyarakat dalam menyemarakkan suasana Lebaran dengan sentuhan seni dan budaya lokal.

Editor: ZI

Posting Komentar

Business-With-Us-1