Business-With-Us-20251204-185150-0000

Dibakar Saat Tidur oleh Mantan Menantu, Lansia 86 Tahun di Jepara Meninggal Dunia!

Daftar Isi


Zonaintiem.com – Jepara

Kabar duka menyelimuti warga Kabupaten Jepara setelah salah satu korban kasus pembakaran di Desa Tubanan, Kecamatan Kembang, dinyatakan meninggal dunia.


Korban bernama Margi (86), yang diketahui merupakan mantan mertua pelaku, menghembuskan napas terakhir pada Jumat malam, 3 April 2026. Ia meninggal dunia setelah sempat menjalani perawatan intensif akibat luka bakar serius yang dideritanya.


Margi dinyatakan meninggal di RSUD RA Kartini Jepara. Saat ini, jenazah korban telah berada di ruang jenazah untuk proses pemandian sebelum diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.


Berdasarkan data yang dihimpun, Margi merupakan warga Desa Tubanan RT 04 RW 02, Kecamatan Kembang, Kabupaten Jepara. Ia lahir di Jepara pada 10 Juli 1939.


Kronologi Kejadian


Peristiwa tragis ini bermula dari aksi pelaku berinisial WD (63), yang merupakan mantan menantu korban. Pada Jumat dini hari sekitar pukul 01.45 WIB, pelaku diduga nekat melakukan pembakaran terhadap dua orang sekaligus, yakni mantan istrinya dan mertuanya saat sedang tertidur di dalam kamar.


Pelaku disebut masuk ke dalam rumah dengan membawa bahan bakar minyak jenis pertalite. Ia kemudian menyiramkan cairan tersebut ke tubuh korban sebelum menyulut api. Kobaran api pun langsung membesar dan melahap bagian dalam kamar.


Teriakan korban yang kesakitan membangunkan warga sekitar. Sejumlah warga yang datang segera berupaya memadamkan api dan mengevakuasi korban ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.


Korban Tak Tertolong


Meski sempat mendapatkan perawatan intensif, kondisi Margi terus memburuk hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia pada malam hari.


Peristiwa ini menimbulkan duka mendalam bagi keluarga korban maupun warga sekitar. Banyak pihak mengaku tidak menyangka konflik yang terjadi dapat berujung pada tindakan brutal yang merenggut nyawa.


Penyelidikan Polisi


Hingga saat ini, aparat kepolisian masih terus mendalami motif di balik aksi pembakaran tersebut. Proses penyelidikan dilakukan untuk mengungkap latar belakang dan memastikan pertanggungjawaban hukum terhadap pelaku.


Kasus ini menjadi pengingat keras akan bahaya konflik keluarga yang tidak terselesaikan, yang dapat berkembang menjadi tindakan kekerasan ekstrem dan berujung pada tragedi fatal.


(zi/ya)

Posting Komentar

Business-With-Us-1