Imbas Kemarau dan Program MBG, Harga Sayur di Pasar Jepara Melonjak Empat Kali Lipat

Daftar Isi

JEPARA – Harga sejumlah komoditas sayuran di sejumlah pasar tradisional Kabupaten Jepara mengalami lonjakan tajam dalam beberapa pekan terakhir. Kondisi tersebut dipicu oleh berkurangnya pasokan akibat musim kemarau serta meningkatnya permintaan untuk memenuhi kebutuhan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Sejumlah pedagang mengaku kenaikan harga kali ini jauh lebih tinggi dibandingkan kondisi normal. Beberapa jenis sayuran bahkan mengalami kenaikan hingga empat kali lipat dari harga sebelumnya, sehingga mulai berdampak pada daya beli masyarakat.

Salah seorang pedagang sayur di Pasar Jepara mengatakan, komoditas seperti mentimun, tomat, buncis, hingga wortel menjadi yang paling banyak mengalami kenaikan. Menurutnya, pasokan dari petani mulai berkurang karena lahan pertanian terdampak musim kemarau, sementara kebutuhan sayuran untuk dapur MBG terus meningkat. Fenomena serupa juga dilaporkan terjadi di sejumlah daerah lain di Jawa Timur dan Jawa Tengah. 

"Harga kulakan sudah tinggi dari pemasok. Kalau tidak ikut dinaikkan, pedagang justru rugi," ujar seorang pedagang.

Selain faktor pasokan, permintaan yang meningkat membuat stok sayuran di pasar cepat habis. Beberapa pedagang bahkan mengaku harus mencari pasokan ke daerah lain agar tetap bisa memenuhi kebutuhan pelanggan.

Warga yang berbelanja pun mulai mengurangi jumlah pembelian. Mereka memilih membeli seperlunya karena harga sayuran dinilai sudah cukup memberatkan pengeluaran rumah tangga.

Secara nasional, pemerintah memang telah mengantisipasi potensi kenaikan harga pangan selama musim kemarau. Dewan Ekonomi Nasional mencatat risiko El Niño, berkurangnya produksi hortikultura, serta meningkatnya biaya distribusi menjadi faktor yang berpotensi mendorong inflasi pangan sepanjang 2026. Pemerintah juga telah menyiapkan berbagai langkah stabilisasi pasokan dan harga pangan melalui Badan Pangan Nasional serta Kementerian Pertanian. 

Pengamat pasar menilai kondisi ini kemungkinan masih akan berlangsung selama pasokan dari sentra produksi belum kembali normal. Apabila musim kemarau terus berlanjut dan kebutuhan MBG tetap tinggi, harga sayuran diperkirakan masih akan bertahan pada level tinggi dalam beberapa waktu ke depan.

Masyarakat berharap pemerintah daerah bersama instansi terkait dapat memperkuat distribusi hasil pertanian dari daerah penghasil, sehingga pasokan di pasar tradisional Jepara kembali stabil dan harga dapat berangsur turun.

Redaksi mencatat: Hingga berita ini ditulis, belum terdapat data resmi dari Pemerintah Kabupaten Jepara mengenai besaran kenaikan harga sayuran hingga empat kali lipat. Klaim tersebut merupakan gambaran kondisi yang dilaporkan pedagang dan tren kenaikan harga yang juga terjadi di berbagai daerah akibat kemarau dan meningkatnya kebutuhan Program MBG. 

Posting Komentar