5 Petilasan Zaman Belanda di Jepara yang Masih Ada, Nomor 3 Bikin Banyak Warga Baru Sadar

Daftar Isi

Ayo ! Kenali Wisata Sejarah Benteng FORT JAPARA XVI

Jumat, 31 Juli 2026 | Zonaintiem.com

ZONAINTIEM.COM – Jepara selama ini dikenal sebagai Kota Ukir dan tanah kelahiran R.A. Kartini. Namun di balik sejarah besarnya, Jepara ternyata masih menyimpan sejumlah petilasan dan peninggalan era kolonial Belanda yang hingga kini masih dapat ditelusuri. Sebagian besar peninggalan ini berkaitan dengan aktivitas VOC (Vereenigde Oostindische Compagnie) yang pernah menjadikan Jepara sebagai salah satu pusat perdagangan penting di pesisir utara Jawa.

Yang mengejutkan, beberapa lokasi ini masih sering dilewati warga setiap hari tanpa disadari memiliki nilai sejarah yang sangat tinggi. Berikut lima petilasan zaman Belanda di Jepara yang memiliki dasar sejarah dan dapat diverifikasi melalui sumber resmi maupun kajian sejarah.

1. Benteng VOC Jepara (Fort Japara XVI), Ujungbatu

Ayo ! Kenali Wisata Sejarah Benteng FORT JAPARA XVI

Benteng VOC Jepara merupakan peninggalan kolonial paling terkenal di Jepara. Terletak di Bukit Danareja, Ujungbatu, benteng ini dibangun pada abad ke-17 sebagai pusat pertahanan dan pengawasan perdagangan VOC di wilayah Jepara.

Di gerbang utama benteng masih terdapat tulisan “Fort Japara XVI” yang menjadi penanda sejarah penting keberadaan VOC di Jepara. Benteng ini juga pernah menjadi bagian dari jaringan pertahanan Belanda sebelum pusat kekuasaan kolonial dipindahkan ke Semarang.

2. Kawasan Loji Gunung, Jepara Kota

Tak jauh dari Benteng VOC terdapat kawasan yang dikenal sebagai Loji Gunung. Pada masa VOC, kawasan ini berfungsi sebagai kantor dagang, gudang, dan permukiman orang Belanda. Dari sinilah aktivitas perdagangan dan administrasi VOC di Jepara dijalankan.

Banyak warga Jepara melewati kawasan ini setiap hari, namun tidak banyak yang mengetahui bahwa wilayah tersebut pernah menjadi salah satu pusat aktivitas kolonial di pesisir utara Jawa.

3. Pelabuhan Lama Jepara

Menelusuri Ramai dan Megahnya Kota Pelabuhan di Jepara Zaman VOC - Semua Halaman - National Geographic

Inilah lokasi yang membuat banyak orang baru sadar bahwa Jepara pernah menjadi bandar internasional. Pelabuhan Lama Jepara pada abad ke-17 menjadi tempat singgah kapal-kapal dagang VOC dan pedagang dari berbagai negara.

Catatan pelaut Belanda Wouter Schouten menyebut pelabuhan Jepara sebagai salah satu bandar yang ramai dan strategis. Dari pelabuhan inilah berbagai komoditas, termasuk kayu jati dan hasil bumi Jepara, diperdagangkan ke berbagai wilayah.

4. Kompleks Pendopo Kabupaten Jepara

Kompleks Pendopo Kabupaten Jepara merupakan bagian dari sistem pemerintahan yang berkembang pada masa Hindia Belanda. Kawasan ini menjadi pusat administrasi kabupaten ketika Jepara berada di bawah struktur pemerintahan kolonial.

Meski telah mengalami berbagai perubahan, tata ruang dan fungsi kawasan tersebut masih memperlihatkan pengaruh arsitektur dan administrasi era Belanda.

5. Kompleks Rumah Kartini Jepara

Pendopo Kartini Kabupaten Jepara Tickets [2026] - Promos, Prices, Reviews & Opening Hours | Trip.com

Rumah tempat R.A. Kartini tinggal merupakan bagian dari lingkungan birokrasi Hindia Belanda. Bangunan ini menjadi saksi kehidupan keluarga Bupati Jepara pada masa kolonial sekaligus tempat lahirnya berbagai gagasan emansipasi perempuan yang kemudian dikenal hingga dunia internasional.

Kompleks ini kini menjadi salah satu situs sejarah terpenting di Jepara dan sering dikunjungi wisatawan maupun peneliti sejarah.

Jejak Kolonial yang Masih Bisa Ditelusuri

Dari benteng pertahanan VOC hingga pelabuhan tua dan kawasan administrasi kolonial, Jepara ternyata menyimpan banyak jejak sejarah yang masih dapat dilihat hingga sekarang. Keberadaan situs-situs ini menjadi pengingat bahwa Jepara pernah memainkan peran penting dalam jaringan perdagangan dan politik di pesisir utara Jawa pada masa kolonial Belanda.


Posting Komentar