Pertamax Naik, Apa Dampaknya Bagi Masyarakat?
Zonaintiem.com – Kenaikan harga BBM non-subsidi jenis Pertamax kembali menjadi perhatian masyarakat. Per 10 Juni 2026, harga Pertamax mengalami kenaikan dari sekitar Rp12.300 per liter menjadi Rp16.250 per liter atau naik lebih dari 32 persen. Kenaikan ini terjadi seiring meningkatnya harga energi global dan tekanan terhadap anggaran subsidi energi nasional.
Lalu, apa dampaknya bagi masyarakat?
1. Biaya Transportasi Pribadi Meningkat
Dampak yang paling langsung dirasakan adalah meningkatnya biaya operasional kendaraan pribadi yang menggunakan Pertamax. Pengguna sepeda motor dan mobil harus mengeluarkan biaya lebih besar untuk aktivitas sehari-hari seperti bekerja, sekolah, maupun perjalanan usaha.
2. Daya Beli Masyarakat Tertekan
Ketika pengeluaran untuk bahan bakar bertambah, sebagian masyarakat akan mengurangi belanja kebutuhan lain. Kondisi ini berpotensi menekan daya beli, terutama bagi kelompok pekerja yang pendapatannya tidak ikut naik.
3. Harga Barang Berpotensi Ikut Naik
Meskipun Pertamax bukan BBM utama untuk angkutan umum maupun distribusi barang, sebagian kendaraan logistik dan kendaraan operasional perusahaan masih menggunakannya. Akibatnya, biaya distribusi dapat meningkat dan berpotensi memengaruhi harga sejumlah barang dan jasa.
4. Masyarakat Beralih ke BBM yang Lebih Murah
Kenaikan Pertamax dapat mendorong sebagian pengguna beralih ke BBM dengan harga lebih rendah seperti Pertalite. Jika perpindahan pengguna terjadi secara besar-besaran, pemerintah dan Pertamina perlu memastikan pasokan BBM subsidi tetap aman agar tidak terjadi antrean panjang maupun kelangkaan.
5. Dampak terhadap Inflasi Dinilai Terbatas
Pemerintah menilai dampak kenaikan Pertamax terhadap inflasi nasional relatif kecil karena BBM ini tidak digunakan secara dominan oleh transportasi umum maupun angkutan barang. Namun demikian, masyarakat kelas menengah yang menjadi pengguna utama Pertamax tetap akan merasakan kenaikan biaya hidup sehari-hari.
Apa yang Bisa Dilakukan Masyarakat?
Beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mengurangi dampak kenaikan Pertamax antara lain:
Mengurangi perjalanan yang tidak terlalu penting.
Memanfaatkan kendaraan secara bersama (carpool).
Menjaga kondisi kendaraan agar lebih irit bahan bakar.
Mengatur ulang pengeluaran rumah tangga agar tetap seimbang.
Kenaikan Pertamax memang tidak secara langsung memukul seluruh lapisan masyarakat seperti kenaikan BBM subsidi. Namun bagi jutaan pengguna kendaraan pribadi, kebijakan ini tetap menambah beban pengeluaran bulanan dan menjadi tantangan tersendiri di tengah kenaikan biaya hidup saat ini.
Sumber: Reuters, ANTARA, DetikFinance.



Posting Komentar