Business-With-Us-20251204-185150-0000

Perbedaan Penetapan 1 Muharram 1448 H antara Pemerintah dan PBNU, Ini Penjelasannya

Daftar Isi

 


Zonaintiem.com – Penetapan awal Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah pada tahun 2026 menjadi perhatian masyarakat. Meski secara umum pemerintah dan kalangan Nahdlatul Ulama (NU) sama-sama mengacu pada metode hisab dan rukyat, terdapat perbedaan dalam mekanisme penentuan awal bulan Hijriah yang kerap memunculkan perbedaan tanggal penetapan. 

Untuk Tahun Baru Islam 1448 H, kalender resmi pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) menetapkan 1 Muharram 1448 H jatuh pada Selasa, 16 Juni 2026. Tanggal tersebut juga tercantum dalam kalender Hijriah nasional dan menjadi dasar penetapan libur nasional.

Sementara itu, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) melalui Lembaga Falakiyah tetap menunggu hasil rukyatul hilal atau pengamatan bulan sabit muda sebelum mengumumkan secara resmi awal Muharram. Dalam tradisi NU, keputusan final tidak hanya berdasarkan perhitungan astronomi (hisab), tetapi juga mempertimbangkan hasil rukyat di berbagai titik pemantauan di Indonesia. 

Perbedaan Metode

Pemerintah menetapkan awal bulan Hijriah melalui Sidang Isbat yang menggabungkan data hisab dan hasil rukyat dari berbagai wilayah Indonesia. Keputusan yang dihasilkan menjadi acuan resmi nasional. 

Sementara itu, PBNU menggunakan metode hisab dan rukyat dengan pendekatan fikih Nahdlatul Ulama. Apabila hilal berhasil terlihat di wilayah yang memenuhi syarat rukyat, maka awal bulan baru ditetapkan. Namun jika hilal tidak terlihat dan tidak memenuhi ketentuan, maka bulan berjalan dapat disempurnakan menjadi 30 hari (istikmal). 

Potensi Perbedaan Tahun Ini

Lembaga Falakiyah PWNU Jawa Tengah sebelumnya menjelaskan bahwa berdasarkan data astronomi, terdapat kemungkinan 1 Muharram 1448 H jatuh pada Selasa, 16 Juni 2026 apabila hilal berhasil dirukyat. Namun jika cuaca atau kondisi pengamatan menyebabkan hilal tidak terlihat di seluruh titik observasi, maka penetapan dapat bergeser menjadi Rabu, 17 Juni 2026 melalui mekanisme istikmal.

Meski demikian, sejumlah prediksi astronomi menunjukkan peluang besar bahwa awal Muharram tahun ini berlangsung serentak pada Selasa, 16 Juni 2026. Kepastian resmi dari PBNU tetap menunggu pengumuman hasil rukyatul hilal yang dilakukan menjelang pergantian bulan Dzulhijjah ke Muharram. 

Menjaga Ukhuwah di Tengah Perbedaan

Perbedaan metode penetapan kalender Hijriah merupakan bagian dari khazanah keilmuan Islam yang telah berlangsung lama. Para ulama mengimbau masyarakat untuk menghormati keputusan masing-masing lembaga dan tetap menjaga persatuan umat.

Yang terpenting, momentum Tahun Baru Islam 1448 H menjadi kesempatan untuk melakukan hijrah menuju kehidupan yang lebih baik, memperkuat keimanan, serta mempererat tali persaudaraan sesama umat Islam.

Penulis: Redaksi Zonaintiem.com

Posting Komentar

Business-With-Us-1