Tambal Sulam Jalan Jelang Mudik Lebaran 2026, Anggaran Pemprov Jateng Dipangkas Rp700 Miliar
ZONAINTIEM.COM, SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) hanya dapat melakukan penambalan jalan rusak menjelang arus mudik Lebaran 2026. Keterbatasan ini terjadi akibat pemangkasan anggaran penanganan jalan yang mencapai Rp700 miliar.
Jika pada 2025 lalu anggaran penanganan jalan provinsi mencapai sekitar Rp1 triliun, maka pada 2026 ini anggaran tersebut turun drastis menjadi Rp320 miliar.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Cipta Karya Provinsi Jawa Tengah (DPUBMCK) Jateng, Henggar Budi Anggoro, mengatakan pihaknya tetap berupaya mengoptimalkan anggaran yang tersedia demi memastikan kenyamanan masyarakat saat mudik.
> “Soal anggaran penanganan ruas jalan, turun jauh. Tahun 2025 di kisaran Rp1 triliun, tahun ini Rp320 miliar. Namun, kami lakukan seoptimal mungkin,” ujar Henggar di ruang kerjanya di Kantor DPUBMCK Jateng, Tawangmas, Semarang Barat, Kota Semarang, Jumat (27/2/2026).
14.455 Lubang Sudah Ditambal
Henggar menjelaskan, sejak 2 Januari hingga 25 Februari 2026, pihaknya telah menambal 14.455 lubang jalan dari total 17.850 lubang yang terdata di seluruh ruas jalan provinsi.
Artinya, masih tersisa sekitar 3.400 lubang yang belum tertangani. Mayoritas lubang tersebut berada di kawasan:
Balai Pengelolaan Jalan (BPJ) Wilayah Semarang: 1.116 lubang
Balai Tegal: sekitar 1.000 lubang
Pati: sekitar 900 lubang
Purwodadi: sekitar 400 lubang
“Sejak 2 Januari 2026 sudah ditambal 14.455, sisanya sekitar 3 ribu lebih,” katanya.
DPUBMCK menargetkan sisa lubang tersebut rampung ditangani dua pekan sebelum Lebaran 2026, atau sekitar 7 Maret 2026. Selain itu, tim khusus juga akan diterjunkan untuk melakukan penyisiran.
“Tim sweeping akan standby hingga H-7 Lebaran sampai Lebaran, untuk mencari jika ada lubang baru agar segera ditambal,” jelasnya.
Fokus Tambal Dulu, Perbaikan Besar Setelah Lebaran
Langkah tambal sulam dinilai menjadi solusi paling realistis di tengah keterbatasan anggaran dan waktu yang mepet menjelang arus mudik. Proses tender proyek perbaikan besar dinilai tidak memungkinkan dilakukan saat ini.
“Alternatifnya tambal dulu, nanti selepas Lebaran baru kami lakukan perbaikan menyeluruh,” tegas Henggar.
94 Persen Jalan Provinsi dalam Kondisi Mantap
Meski anggaran turun signifikan, Henggar menyebut kondisi jalan provinsi di Jawa Tengah secara umum masih tergolong baik. Dari total panjang jalan provinsi sepanjang 2.441 kilometer, sekitar 94 persen berada dalam kondisi mantap atau mulus.
“Artinya jalan yang belum mantap tidak terlalu panjang sehingga beban kami lebih ringan,” ujarnya.
Namun demikian, tantangan terbesar masih pada ruas-ruas jalan yang menjadi langganan kerusakan. Faktor utama penyebabnya adalah kendaraan Over Dimension Over Loading (ODOL) dan genangan banjir yang mempercepat kerusakan aspal.
Menurutnya, penggunaan aspal dua lapis sudah tidak lagi efektif menahan beban kendaraan berat dan kondisi cuaca ekstrem. Opsi terbaik adalah pembangunan jalan beton, tetapi terkendala biaya yang jauh lebih besar.
“Anggaran Rp7 miliar kalau untuk aspal dua lapis bisa sepanjang 4 kilometer, tapi kalau dibeton hanya sekitar 850 meter,” pungkasnya.
(ZI/YA)



Posting Komentar