Business-With-Us-20251204-185150-0000

Rivalitas Memanas, Laga Persijap Jepara vs Persis Solo di Stadion Gelora Bumi Kartini Berakhir Imbang 0-0, Tribun Diwarnai Kericuhan

Daftar Isi


Zonaintiem.com, Jepara – Pertandingan sengit antara Persijap Jepara melawan Persis Solo di Stadion Gelora Bumi Kartini (GBK) Jepara pada Kamis malam (5/3/2026) berakhir tanpa gol. Laga yang seharusnya menjadi panggung sportivitas tersebut justru diwarnai kericuhan antar suporter yang sempat memanaskan suasana stadion.


Sejak peluit awal dibunyikan, tensi pertandingan sudah terasa tinggi, baik di dalam lapangan maupun di tribun penonton. Kedua tim tampil agresif dan saling menekan demi meraih poin penuh. Persijap yang bermain di hadapan ribuan pendukungnya berupaya tampil dominan, sementara Persis Solo datang dengan ambisi mencuri poin dari kandang lawan.


Atmosfer pertandingan semakin memanas ketika ratusan suporter Persis Solo diketahui turut hadir langsung di stadion. Kehadiran mereka sempat mengejutkan sebagian pendukung tuan rumah. Suporter tim tamu ditempatkan di sisi sayap tribun VIP yang lokasinya relatif dekat dengan tribun selatan yang dipadati pendukung Persijap.


Kondisi tersebut meningkatkan potensi gesekan. Sejak babak pertama, kedua kelompok suporter terpantau saling melontarkan chant dan ejekan. Meski sempat memicu ketegangan, situasi masih dapat dikendalikan oleh petugas keamanan yang berjaga di sekitar tribun.


Namun ketegangan tak sepenuhnya mereda. Di sejumlah titik, sempat terjadi adu mulut antar suporter di area VIP. Beberapa penonton memilih berpindah tempat untuk menghindari potensi keributan.


Memasuki babak kedua, intensitas pertandingan di lapangan semakin meningkat. Kedua tim sama-sama berupaya memecah kebuntuan melalui sejumlah peluang, namun hingga menit-menit akhir skor tetap bertahan 0-0.


Di sisi lain, situasi di tribun penonton ikut memanas. Aksi saling ejek berkembang menjadi provokasi yang memancing emosi. Kericuhan akhirnya pecah saat terjadi aksi saling lempar antar suporter. Awalnya benda yang dilempar berupa botol plastik, namun situasi memburuk ketika sejumlah oknum mulai melempar batu dan pecahan bata ke arah tribun lawan.


Puncak ketegangan terjadi sekitar menit ke-80 ketika terdengar ledakan petasan dan kembang api dari arah tribun. Suara ledakan tersebut memicu kepanikan di antara penonton yang berada di sekitar lokasi. Hingga kini belum dapat dipastikan pihak yang pertama kali memicu aksi tersebut.


Kericuhan berlangsung hingga masa tambahan waktu babak kedua. Bahkan setelah wasit meniup peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan, situasi di tribun belum sepenuhnya kondusif.


Aparat kepolisian yang bertugas dalam pengamanan pertandingan akhirnya turun langsung ke lapangan dan bergerak menuju tribun untuk memisahkan kedua kelompok suporter. Petugas juga melakukan pengawalan saat suporter meninggalkan stadion guna mencegah bentrokan lanjutan di luar area.


Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi terkait jumlah korban maupun kerugian akibat insiden tersebut. Aparat keamanan masih melakukan pemantauan untuk memastikan situasi di sekitar stadion kembali kondusif.


Hasil imbang tanpa gol membuat kedua tim harus puas berbagi satu poin. Persijap Jepara gagal memaksimalkan status tuan rumah, sementara Persis Solo belum mampu membawa pulang kemenangan dari laga tandang.


Insiden ini menjadi pengingat bahwa rivalitas dalam sepak bola seyogianya tetap berada dalam koridor sportivitas. Dukungan yang fanatik diharapkan tetap mengedepankan keamanan dan ketertiban, agar sepak bola dapat menjadi hiburan yang menyatukan, bukan memicu konflik.


(ZI/YA)

Posting Komentar

Business-With-Us-1