Business-With-Us-20251204-185150-0000

Produksi Sampah Jepara Tembus 479 Ton per Hari, DLH Genjot Pengurangan Lewat TPS3R

Daftar Isi


Zonaintiem.com, Jepara – Produksi sampah di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, terus menunjukkan tren peningkatan. Berdasarkan data terbaru, estimasi timbulan sampah harian di Kota Ukir kini mencapai 479 ton per hari.


Kepala Bidang Pengelolaan Sampah pada Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Jepara, Eko Yudy Novianto, menyebutkan dari total produksi tersebut, sekitar 152 ton sampah setiap hari masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bandengan, Kecamatan Jepara.


“Sampah yang masuk ke TPA ini masih sebagian kecil. Yang lainnya dikelola kelompok masyarakat atau individu,” kata Yudy, Senin (2/3/2026).


Menurutnya, angka 479 ton per hari diperoleh dari perhitungan jumlah penduduk Jepara sebanyak 1,29 juta jiwa dikalikan rata-rata produksi sampah 0,37 kilogram per orang per hari. Namun, tingkat produksi sampah di setiap kecamatan berbeda-beda, tergantung jumlah penduduk dan tingkat aktivitas masyarakat.


Dari 16 kecamatan yang ada, delapan kecamatan tercatat sebagai penghasil sampah terbanyak berdasarkan volume yang masuk ke TPA Bandengan setiap hari, yakni:


Kalinyamatan: 535.380 kilogram


Jepara: 130.100 kilogram


Welahan: 115.880 kilogram


Mayong: 98.191 kilogram


Tahunan: 87.570 kilogram


Pecangaan: 86.980 kilogram


Bangsri: 36.520 kilogram


Kedung: 22.910 kilogram



“Delapan kecamatan itu terbanyak berdasarkan sampah yang masuk ke TPA Bandengan,” jelas Yudy.


Untuk menekan volume sampah yang berakhir di TPA, DLH Jepara terus menggencarkan berbagai upaya pengurangan. Salah satunya melalui sosialisasi gerakan pilah sampah dari rumah tangga agar sampah organik dan anorganik dapat dikelola lebih optimal.


Selain itu, Pemerintah Kabupaten Jepara telah menyiapkan 14 unit Tempat Pengelolaan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R) yang tersebar di sejumlah wilayah. Program ini juga didukung kolaborasi dengan bank sampah di tingkat masyarakat.


“Lewat TPS3R ini, ada lebih dari 28 ribu ton sampah per tahun yang berhasil diolah menjadi kompos dan bahan baku daur ulang,” pungkas Yudy.


DLH berharap kesadaran masyarakat dalam memilah dan mengurangi sampah terus meningkat, sehingga beban TPA Bandengan dapat ditekan dan pengelolaan lingkungan di Kabupaten Jepara menjadi lebih berkelanjutan.


Editor: (ZI/YA)

Posting Komentar

Business-With-Us-1