Konflik Iran vs Israel-AS Ganggu Penerbangan, 21 Jemaah Umrah Asal Jepara Masih di Madinah
Zonaintiem.com, Jepara – Konflik bersenjata antara Iran dan Israel yang turut melibatkan Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah berdampak pada sektor penerbangan internasional. Imbas situasi tersebut, sejumlah jemaah umrah asal Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, hingga kini masih berada di Arab Saudi.
Direktur PT Buroq Haji dan Umrah Jepara, Haizul Ma’arif, mengungkapkan terdapat 21 jemaah umrah yang dikelolanya saat ini tengah berada di Kota Madinah. Mereka baru saja tiba pada Sabtu (28/2/2026) lalu menggunakan maskapai Saudi Airlines.
“Saat ini masih ada 21 jemaah umrah kami yang berada di Madinah,” ujar Haizul Ma’arif yang juga anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Jepara saat dikonfirmasi, Senin (2/3/2026).
Menurut Haiz, para jemaah mengetahui kabar pecahnya konflik saat masih berada di dalam penerbangan menuju Arab Saudi. Meski demikian, pesawat yang mereka tumpangi berhasil mendarat dengan selamat.
“Pas terbang terus ada perang itu. Alhamdulillah jemaahnya bisa landing dengan selamat,” jelasnya.
Ia menuturkan, rombongan tersebut dijadwalkan menjalankan rangkaian ibadah umrah hingga 9 Maret 2026 mendatang. Hingga kini, seluruh jemaah dalam kondisi aman dan tetap fokus menjalankan ibadah di Tanah Suci.
Sebagai pengurus Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (Amphuri), Haiz juga melakukan langkah mitigasi dengan mendata jemaah dari biro perjalanan anggota asosiasi yang berada di Arab Saudi. Selain itu, pihaknya terus berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia serta kementerian terkait guna memastikan keamanan dan kepulangan jemaah ke Indonesia.
Haiz menyebutkan, 21 jemaah tersebut sedianya dijadwalkan pulang menggunakan maskapai Qatar Airlines, yang tiketnya telah dibayarkan lunas. Namun, dalam tiga hari terakhir, bandara di Qatar dilaporkan ditutup sementara akibat eskalasi konflik, sehingga berpotensi menimbulkan kerugian.
“Kami berharap dalam waktu dekat, besok atau lusa bisa dibuka kembali. Kalaupun karena kondisi tertentu tetap tidak bisa, prinsipnya tetap kami pulangkan dengan maskapai lain yang lebih aman. Keselamatan jemaah tetap yang utama,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Jepara, Siti Zuliati, mengatakan pihaknya masih melakukan pendataan terkait jumlah pasti jemaah umrah asal Jepara yang berada di Arab Saudi.
“Bukan tertahan. Tapi memang baru mulai melaksanakan ibadah. Kondisinya aman,” jelas Zuliati.
Ia juga menyampaikan bahwa terdapat 27 jemaah umrah asal Jepara yang telah kembali ke Tanah Air. Mereka berangkat dari Arab Saudi sejak Minggu siang dan diperkirakan tiba di Jakarta setelah transit.
“Ada 27 jemaah. Sudah melewati area konflik di Timur Tengah. Perkiraan siang ini transit di Jakarta,” ujarnya.
Lebih lanjut, Zuliati menegaskan bahwa saat ini telah ada imbauan dari Kementerian Haji dan Umrah agar biro perjalanan sementara waktu tidak memberangkatkan jemaah umrah hingga situasi dinyatakan aman. Informasi tersebut telah disampaikan kepada seluruh biro haji dan umrah di Kabupaten Jepara.
“Saat ini kami tidak mengizinkan pemberangkatan umrah,” tegasnya.
Pemerintah daerah bersama instansi terkait terus memantau perkembangan situasi di Timur Tengah serta memastikan keselamatan seluruh jemaah umrah asal Jepara hingga dapat kembali dengan selamat ke Tanah Air.
(ZI/YA)



Posting Komentar