Business-With-Us-20251204-185150-0000

Hoaks di Media Sosial: BMKG Bantah Prediksi Gempa Megathrust 8,7 SR dan Tsunami Tahun 2026

Daftar Isi


Zonaintiem.com – Informasi yang beredar di media sosial terkait prediksi gempa megathrust berkekuatan 8,7 skala Richter (SR) yang disebut akan terjadi pada tahun 2026 dipastikan tidak benar. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menegaskan bahwa lembaga tersebut tidak pernah mengeluarkan prediksi waktu pasti terjadinya gempa bumi.

Isu tersebut menyebar melalui sebuah unggahan di Facebook yang mengatasnamakan BMKG. Unggahan itu berasal dari akun bernama Chika Permada dan menyebutkan bahwa masyarakat diminta waspada karena gempa megathrust di Indonesia disebut “tinggal menunggu waktu” dan diprediksi akan terjadi pada tahun 2026.

Dalam narasi yang beredar, gempa tersebut diklaim memiliki kekuatan hingga 8,7 SR dan berpotensi memicu tsunami di berbagai wilayah Indonesia. Informasi tersebut kemudian memicu kekhawatiran serta berbagai reaksi dari warganet di media sosial.

Namun setelah ditelusuri oleh Tim Pemeriksa Fakta Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) melalui berbagai sumber informasi resmi, tidak ditemukan pernyataan dari BMKG yang menyebutkan adanya prediksi waktu pasti terkait gempa megathrust.

BMKG menegaskan bahwa hingga saat ini ilmu pengetahuan dan teknologi belum mampu memprediksi secara pasti kapan gempa bumi akan terjadi. Oleh karena itu, lembaga tersebut tidak pernah mengeluarkan pernyataan terkait waktu spesifik terjadinya gempa.

Selain itu, BMKG juga telah beberapa kali merilis klarifikasi terhadap berbagai informasi serupa yang beredar di media sosial mengenai isu megathrust yang kerap disalahartikan oleh masyarakat.

Berdasarkan hasil penelusuran tersebut, informasi yang beredar di Facebook mengenai prediksi gempa megathrust berkekuatan 8,7 SR yang akan terjadi pada 2026 dipastikan merupakan hoaks dan termasuk dalam kategori konten menyesatkan.

BMKG mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya pada informasi yang belum jelas sumbernya serta selalu merujuk pada kanal resmi BMKG atau lembaga pemerintah terkait untuk mendapatkan informasi yang valid mengenai potensi bencana di Indonesia.

(ZI/YA)

Posting Komentar

Business-With-Us-1