Business-With-Us-20251204-185150-0000

China Tegaskan Dukungan ke Iran Usai Tewasnya Ali Khamenei, Peringatkan AS dan Israel

Daftar Isi

 



Jakarta, Zonaintiem.com – Pemerintah China secara resmi menyatakan sikap tegas terkait dinamika politik di Iran setelah wafatnya Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei. Beijing menegaskan dukungan penuh terhadap kedaulatan Teheran serta menentang segala bentuk ancaman terhadap pemimpin baru negara tersebut.

Pernyataan ini muncul setelah Iran menunjuk putra mendiang Khamenei, Mojtaba Khamenei, sebagai Pemimpin Tertinggi yang baru. Penunjukan tersebut dilakukan tidak lama setelah Ali Khamenei tewas dalam serangan udara yang dilaporkan dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap sejumlah target di Iran pada akhir Februari 2026.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Guo Jiakun, menyampaikan tanggapan resmi kepada media pada Senin (9/3/2026) terkait suksesi kepemimpinan di Teheran. Ia menegaskan bahwa keputusan Iran menunjuk Mojtaba Khamenei merupakan urusan domestik yang sah menurut konstitusi negara tersebut.

“Keputusan Iran untuk menunjuk Khamenei muda didasarkan pada konstitusinya,” ujar Guo Jiakun dalam keterangannya di Beijing, dikutip dari AFP.

Sikap China juga dianggap sebagai peringatan tidak langsung kepada Israel dan Amerika Serikat. Sebelumnya, militer Israel sempat menyampaikan ancaman bahwa siapa pun yang menggantikan Ali Khamenei berpotensi menjadi target serangan berikutnya.

Guo Jiakun menegaskan bahwa Beijing menolak segala bentuk intervensi asing yang dapat mengganggu stabilitas politik Iran. Ia meminta komunitas internasional untuk menghormati kedaulatan Iran di tengah eskalasi konflik yang terus meningkat di kawasan Timur Tengah.

“China menentang campur tangan dalam urusan dalam negeri negara lain dengan dalih apa pun, dan kedaulatan, keamanan, serta integritas wilayah Iran harus dihormati,” tegasnya.

Situasi di Timur Tengah sendiri semakin memanas setelah Israel dan Amerika Serikat terus melancarkan serangan terhadap berbagai target di Iran dalam beberapa hari terakhir. Serangan tersebut memicu respons keras dari Teheran yang membalas dengan gelombang serangan rudal dan pesawat nirawak ke wilayah Israel serta aset militer AS di kawasan.

Selain itu, Iran juga dilaporkan menargetkan sejumlah negara di kawasan Teluk yang menjadi tuan rumah pangkalan militer Amerika Serikat. Eskalasi ini menimbulkan kekhawatiran global akan kemungkinan pecahnya konflik berskala besar yang melibatkan kekuatan utama dunia.

(ZI/YA)

Posting Komentar

Business-With-Us-1