Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Ditangkap KPK dalam OTT di Semarang, Diduga Terkait Korupsi Pengadaan Barang dan Jasa
Zonaintiem.com – Nasional
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap kepala daerah. Pada Selasa, 3 Maret 2026, tim penyidik KPK mengamankan Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq, dalam sebuah operasi yang berlangsung di wilayah Semarang, Jawa Tengah.
Operasi tersebut menjadi OTT ketujuh yang dilakukan KPK sepanjang tahun 2026, menandai intensitas penindakan terhadap praktik korupsi di berbagai tingkatan pemerintahan. Penindakan dilakukan pada dini hari dengan pengamanan ketat terhadap pihak-pihak yang diduga terlibat.
Penangkapan dan Pemeriksaan
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menyampaikan bahwa Fadia Arafiq ditangkap bersama dua orang lainnya yang merupakan orang kepercayaan dan ajudannya. Ketiganya diamankan di Semarang sebelum dibawa ke Gedung Merah Putih KPK di Jakarta Selatan untuk menjalani pemeriksaan intensif.
“Ketiga pihak dimaksud langsung dibawa ke Jakarta pada pagi hari untuk dilakukan pemeriksaan,” ujar Budi kepada wartawan.
Hingga siang hari, ketiganya masih berstatus terperiksa. KPK memiliki waktu 1x24 jam untuk menentukan status hukum lebih lanjut, termasuk kemungkinan penetapan sebagai tersangka.
Selain itu, penyidik juga memeriksa sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pekalongan guna mendalami perkara. Tim KPK disebut masih menelusuri pihak lain yang diduga mengetahui atau terlibat dalam kasus tersebut.
Dugaan Korupsi Pengadaan Barang dan Jasa
KPK mengungkapkan OTT ini berkaitan dengan dugaan tindak pidana korupsi dalam pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pekalongan. Meski detail perkara belum dipublikasikan secara lengkap, indikasi awal mengarah pada proyek-proyek pengadaan yang bersinggungan dengan penggunaan anggaran daerah.
Sebagai bagian dari pengumpulan barang bukti, penyidik turut menyegel sejumlah ruangan di kantor Pemkab Pekalongan, termasuk ruang kerja bupati. Penyegelan dilakukan sehari sebelum OTT dan diketahui oleh aparatur sipil negara (ASN) setempat.
Respons Politik
Menanggapi penangkapan tersebut, Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Ahmad Doli Kurnia, menyampaikan keprihatinan sekaligus kekecewaannya. Ia meminta seluruh kepala daerah, khususnya kader Golkar, menjadikan peristiwa ini sebagai pelajaran penting.
“Golkar sangat kecewa atas kejadian ini,” ujarnya, seraya mengingatkan seluruh pejabat daerah untuk menjaga integritas dan menjauhi praktik korupsi dalam menjalankan amanah rakyat.
Deretan OTT KPK Sepanjang 2026
Sepanjang 2026, KPK telah melakukan sejumlah OTT yang menjerat pejabat publik, mulai dari dugaan suap di lingkungan Direktorat Jenderal Pajak Jakarta Utara, kasus gratifikasi dan pemerasan oleh Wali Kota Madiun, hingga perkara pemerasan jabatan perangkat desa yang melibatkan Bupati Pati.
Tren ini menunjukkan fokus penindakan yang menyasar pejabat strategis di pemerintahan daerah maupun institusi lainnya, termasuk kasus restitusi pajak di Banjarmasin serta dugaan korupsi di lingkungan pengadilan negeri di Jawa Barat.
Dari Dunia Hiburan ke Pemerintahan
Nama Fadia Arafiq sebelumnya dikenal publik melalui kiprahnya di dunia hiburan, khususnya musik dangdut, sebelum terjun ke dunia politik. Ia menjabat sebagai Wakil Bupati Pekalongan sebelum akhirnya terpilih dan dilantik sebagai Bupati Pekalongan.
Perjalanan karier dari dunia hiburan menuju jabatan kepala daerah sempat menjadi sorotan publik dan dianggap sebagai salah satu figur dengan latar belakang unik di pemerintahan daerah.
Harapan Penegakan Hukum
Penangkapan ini dipandang sebagai sinyal bahwa KPK tetap menjalankan fungsi penindakan secara tegas terhadap dugaan korupsi, khususnya di sektor pengadaan barang dan jasa yang kerap menjadi titik rawan penyimpangan anggaran daerah.
Publik kini menunggu pengumuman resmi dari KPK terkait status hukum Fadia Arafiq dan dua pihak lainnya, termasuk pasal yang disangkakan serta barang bukti yang berhasil diamankan dalam operasi tersebut.
(ZI/YA)



Posting Komentar