Business-With-Us-20251204-185150-0000

WNA Mengamuk Saat Tadarusan di Gili Trawangan, Rusak Mikrofon Musala

Daftar Isi



Zonaintiem.com – Lombok Utara
Aksi seorang perempuan warga negara asing (WNA) di Gili Trawangan, Dusun Gili Trawangan, Desa Gili Indah, Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB), viral di media sosial setelah mengamuk saat warga menggelar tadarusan pada malam pertama Ramadan, Rabu (18/2/2026).

Peristiwa tersebut terjadi di salah satu musala di kawasan wisata Gili Trawangan. Dalam video yang beredar luas, perempuan tersebut terlihat berteriak di depan musala ketika warga tengah melaksanakan tadarus Al-Qur’an menggunakan pengeras suara.

Diduga, perempuan itu merasa terganggu dengan suara lantunan ayat suci yang diperdengarkan melalui speaker. Tidak hanya berteriak, ia bahkan disebut masuk ke dalam musala dan berusaha menghentikan kegiatan warga.

Kepala Dusun Gili Trawangan, Muhammad Husni, membenarkan adanya insiden tersebut. Menurutnya, perempuan WNA itu mempersoalkan penggunaan pengeras suara saat kegiatan tadarusan berlangsung.

“Yang dia permasalahkan itu kegiatan tadarusannya, karena dia terganggu dengan suara speaker itu,” ujar Husni, Kamis (19/2/2026) malam.

Husni menjelaskan, dalam aksi tersebut, perempuan itu sempat merusak mikrofon yang digunakan warga untuk mengaji. Tindakan tersebut memicu reaksi masyarakat yang tengah menjalankan ibadah pada malam pertama bulan suci Ramadan.

Meski demikian, situasi di lokasi berhasil dikendalikan warga dan aparat setempat. Tidak terjadi bentrokan fisik dalam peristiwa tersebut. Warga memilih menahan diri dan menyerahkan penanganan kepada pihak berwenang.

Pemerintah dusun bersama aparat keamanan disebut telah melakukan mediasi untuk menyelesaikan persoalan tersebut secara kondusif, mengingat Gili Trawangan merupakan kawasan wisata internasional yang dihuni masyarakat lokal dan wisatawan mancanegara.

Peristiwa ini menjadi sorotan publik dan memunculkan perbincangan di media sosial terkait pentingnya toleransi serta saling menghormati budaya dan kegiatan keagamaan masyarakat setempat, terutama di wilayah yang menjadi destinasi wisata global.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait langkah hukum lanjutan atas insiden tersebut. ZI/YA

Posting Komentar

Business-With-Us-1