Tiga Warga Jepara Meninggal Akibat Leptospirosis Pascabanjir, Dinkes Catat 13 Kasus
Zonaintiem.com, Jepara – Sebanyak tiga warga Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, dilaporkan meninggal dunia setelah terinfeksi leptospirosis, penyakit yang disebabkan oleh bakteri Leptospira yang umumnya ditularkan melalui air atau lingkungan yang terkontaminasi kencing tikus.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Jepara, Hadi Sarwoko, menyampaikan bahwa pascabencana banjir yang melanda sejumlah wilayah, kasus leptospirosis mengalami peningkatan signifikan. Hingga saat ini, tercatat sebanyak 13 pasien terkonfirmasi positif leptospirosis.
“Leptospirosis kali ini menjadi perhatian serius kami karena jumlah kasusnya cukup tinggi setelah banjir. Bahkan, dari total pasien yang terinfeksi, tiga di antaranya meninggal dunia,” ujar Hadi Sarwoko, Selasa (—).
Para penderita leptospirosis tersebut tersebar di beberapa kecamatan, di antaranya Kecamatan Kedung, Pecangaan, Kalinyamatan, Welahan, Jepara Kota, Kembang, Donorojo, dan Tahunan. Mayoritas pasien diketahui terinfeksi setelah menjalani perawatan di rumah sakit, terutama di wilayah yang sebelumnya terdampak banjir.
“Laporan yang kami terima sejauh ini berasal dari RSUD RA Kartini, RSUD Rehatta, dan RS Graha Husada. Untuk rumah sakit lain, belum ada laporan pasien leptospirosis yang masuk,” imbuhnya.
Hadi menjelaskan, bakteri Leptospira umumnya berkembang di lingkungan lembap yang terkontaminasi air kencing tikus. Penularan kepada manusia bisa terjadi ketika bakteri masuk melalui luka terbuka atau selaput lendir, seperti mata, hidung, dan mulut. Lokasi-lokasi yang terendam air banjir kerap menjadi area berisiko tinggi, namun sering kali luput dari kewaspadaan masyarakat.
Adapun gejala leptospirosis meliputi demam tinggi, nyeri otot terutama pada bagian betis, sakit kepala hebat, mata merah, tubuh lemas, hingga gangguan menstruasi pada perempuan. Dalam kondisi berat dan tanpa penanganan antibiotik yang tepat, penyakit ini dapat menyebabkan gagal ginjal atau kegagalan organ lainnya.
Menyikapi meningkatnya kasus tersebut, Dinkes Jepara mengimbau masyarakat untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), terutama dengan menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggal dan saluran air.
“Saat terjadi banjir, masyarakat diminta menghindari kontak langsung dengan air tanpa alat pelindung. Gunakan sepatu boots dan sarung tangan, serta pastikan luka tertutup dengan baik,” pungkas Hadi.
Editor: ZI/YA



Posting Komentar