Business-With-Us-20251204-185150-0000

Tenun Troso Jepara Tembus Pasar Dunia, Omzet ke Bali Capai Rp500 Juta per Pekan

Daftar Isi


Zonaintiem.com, Jepara – Selain dikenal sebagai Kota Ukir, Jepara, Jawa Tengah, diam-diam memiliki kekayaan budaya lain yang tak kalah mendunia, yakni Tenun Troso. Karya seni berbasis tradisi ini terus menunjukkan pamornya di kancah nasional hingga internasional.


Berlokasi di Desa Troso, Kecamatan Pecangaan, saat ini tercatat lebih dari lima ribu penenun aktif dengan sekitar tiga ribu unit Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM). Dari tangan-tangan terampil masyarakat inilah ribuan lembar kain Tenun Troso diproduksi setiap pekan.


Sekretaris Desa Troso sekaligus Ketua Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis (MPIG), Abdul Jamal, menyebut produksi Tenun Troso dalam sepekan mampu menembus angka ribuan lembar kain.


“Hampir seluruh pasar lokal Indonesia sudah kami tembus. Untuk pasar terbesar saat ini masih didominasi Bali. Ke Bali saja, tiap minggu omzet penjualan bisa tembus Rp 500 juta,” ujar Jamal, Jumat (13/2/2026).


Proses Panjang Bernilai Seni Tinggi


Setiap lembar Tenun Troso melalui proses produksi yang panjang dan detail. Dimulai dari pemintalan benang, pembuatan desain motif, proses pewarnaan, pengeringan, hingga tahap pemaletan sebelum akhirnya ditenun menggunakan ATBM secara manual.


Ekosistem industri rumahan ini terbukti mampu menggerakkan roda perekonomian masyarakat Desa Troso. Tenun Troso bukan hanya produk budaya, tetapi juga sumber penghidupan utama ribuan keluarga.


Motif Khas Bersertifikat Indikasi Geografis


Tenun Troso memiliki sejumlah motif khas yang terinspirasi dari lingkungan sekitar desa. Beberapa motif unggulan yang menjadi buruan pembeli antara lain motif kedawung, ampel, belik, dan sicengkir.


Dari motif-motif tersebut, para perajin terus melakukan inovasi hingga lahir motif baru seperti bambu, sawah dan masjid tua, sungai dan teratai, serta batu-batu alam.


“Motif-motif itu sudah mendapatkan sertifikat Indikasi Geografis, sehingga tidak bisa dijiplak oleh daerah lain,” jelas Jamal.


Sertifikasi tersebut menjadi perlindungan hukum sekaligus pengakuan atas kekhasan dan keaslian Tenun Troso sebagai warisan budaya Jepara.


Tembus Panggung Internasional


Pamor Tenun Troso telah dibangun sejak lama melalui berbagai festival tenun, pencatatan rekor MURI, hingga ekspor ke luar negeri. Bahkan pada 2010, Abdul Jamal pernah dipercaya membuat desain motif untuk interior rumah Queen Elizabeth II.


Motif eksklusif tersebut dihargai senilai Rp 100 juta dan tidak diproduksi ulang.


“Setelah dibeli, saya tidak boleh membuat motif itu lagi. Kalau saya buat ulang, saya bisa dituntut,” ungkapnya.


Kini, Tenun Troso terus berkembang dan memperluas pasar, baik domestik maupun internasional. Lebih dari sekadar karya seni, rangkaian benang-benang yang ditenun dengan penuh ketelitian itu telah menjadi simbol ketekunan, kreativitas, dan kemandirian ekono

mi masyarakat Jepara.


Editor: ZI/YA

Posting Komentar

Business-With-Us-1