Solidaritas Warga Desa Mambak Jepara Menguat dalam Prosesi Pemakaman Nur Yadi bin Sulhadi
Zonaintiem.com – Jepara
Suasana haru dan kebersamaan menyelimuti Desa Mambak, Kecamatan Pakis Aji, Kabupaten Jepara, Ahad (8/2/2026). Sejak pagi hingga sore hari, warga berdatangan silih berganti untuk menyampaikan belasungkawa sekaligus membantu prosesi pemakaman salah satu warganya, Nur Yadi bin Sulhadi, warga Mambak RT 4 RW 4, yang telah berpulang ke rahmatullah.
Kepergian almarhum tidak hanya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, tetapi juga dirasakan oleh masyarakat sekitar. Hal tersebut tercermin dari kuatnya solidaritas warga yang sejak kabar duka tersebar langsung bergotong royong membantu keluarga almarhum.
Mulai dari persiapan rumah duka, pengurusan jenazah, hingga pengaturan prosesi pemakaman, seluruhnya dilakukan bersama-sama dengan penuh empati dan rasa kemanusiaan. Warga datang tanpa diminta, membantu sesuai kemampuan masing-masing, menunjukkan bahwa nilai kebersamaan masih hidup dan terjaga di tengah masyarakat desa.
Prosesi pemakaman direncanakan berlangsung sekitar pukul 16.00 WIB. Namun, terdapat pertimbangan khusus dalam pelaksanaannya. Dengan berat badan jenazah yang diperkirakan mencapai sekitar 200 kilogram, pihak keluarga bersama warga dan perangkat desa bersepakat menggunakan bantuan alat crane demi keselamatan dan kelancaran prosesi.
Keputusan tersebut diambil secara bijak dan penuh pertimbangan. Penggunaan alat bantu bukan semata untuk mempermudah teknis pemakaman, tetapi juga untuk menghindari risiko yang dapat membahayakan warga yang terlibat dalam pengangkatan jenazah. Meski demikian, seluruh rangkaian prosesi tetap dilakukan secara tertib, terkoordinasi, serta menjunjung tinggi adab dan penghormatan terakhir kepada almarhum.
Pemakaman berlangsung khidmat. Doa-doa dipanjatkan dengan penuh kekhusyukan oleh keluarga, tokoh masyarakat, serta warga yang hadir. Tidak ada hiruk pikuk, suasana tenang dan penuh penghormatan mengiringi peristirahatan terakhir almarhum.
Kehadiran warga dari berbagai kalangan menjadi bukti bahwa duka ini bukan hanya milik keluarga almarhum, melainkan duka bersama. Tetangga, kerabat, dan masyarakat sekitar hadir sebagai bentuk empati dan kepedulian, memperlihatkan eratnya ikatan sosial antarwarga Desa Mambak.
“Innā lillāhi wa innā ilaihi rāji‘ūn. Setiap yang bernyawa pasti akan kembali kepada Allah SWT,” menjadi kalimat yang mengiringi suasana duka tersebut. Kesadaran akan kefanaan hidup terasa kuat di tengah prosesi pemakaman yang sarat makna.
Doa terbaik pun dipanjatkan untuk almarhum Nur Yadi bin Sulhadi agar mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT, diampuni segala khilaf dan dosanya, serta seluruh amal ibadahnya diterima. Kepada keluarga yang ditinggalkan, warga turut mendoakan agar diberikan ketabahan, kekuatan, dan keikhlasan dalam menghadapi cobaan ini.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa nilai gotong royong, solidaritas, dan kemanusiaan masih nyata di tengah masyarakat. Di saat duka datang, kebersamaan menjadi penopang utama yang menguatkan, sekaligus mencerminkan jati diri masyarakat desa yang menjunjung tinggi rasa saling peduli.
Desa Mambak pada hari itu tidak hanya menjadi tempat perpisahan terakhir bagi seorang warganya, tetapi juga menjadi saksi kuatnya nilai kemanusiaan yang terus terjaga dari generasi ke generasi.
(ZI/YA)



Posting Komentar