Business-With-Us-20251204-185150-0000

Prediksi Hilal Tak Terlihat di Jepara, Awal Ramadan 1447 H Berpotensi Jatuh 19 Februari 2026

Daftar Isi

 



Zonaintiem.com – Jepara

Menjelang penetapan awal Ramadan 1447 Hijriah, perhatian umat Islam tertuju pada hasil rukyatul hilal yang akan digelar dalam waktu dekat. Namun, hasil perhitungan astronomi dari para ahli falak memunculkan prediksi mengejutkan: hilal diperkirakan tidak akan terlihat saat pengamatan dilakukan di Jepara.

Kabar tersebut langsung menjadi perbincangan, mengingat Jepara merupakan salah satu titik resmi pemantauan hilal yang ditetapkan pemerintah. Masyarakat pun mulai bertanya-tanya, apakah awal puasa tahun ini akan dimulai lebih lambat dari perkiraan awal.


Pantai Kartini Jadi Lokasi Rukyatul Hilal

Rukyatul hilal dijadwalkan berlangsung pada Selasa sore, 17 Februari 2026, di kawasan Pantai Kartini. Lokasi ini dikenal memiliki cakrawala laut yang luas dan minim hambatan visual, sehingga kerap dijadikan titik strategis untuk pengamatan bulan sabit muda.

Sejumlah praktisi ilmu falak, perwakilan organisasi keagamaan, hingga akademisi dijadwalkan hadir dalam proses tersebut. Meski demikian, sejumlah ahli telah memberi sinyal bahwa peluang melihat hilal sangat kecil, bahkan nyaris mustahil.


Hilal Diprediksi Berada di Bawah Ufuk

Berdasarkan perhitungan astronomi, posisi hilal saat matahari terbenam diperkirakan berada di bawah ufuk atau horizon. Artinya, bulan sabit muda telah lebih dulu tenggelam sebelum matahari sepenuhnya terbenam.

Secara ilmiah, kondisi ini membuat hilal tidak memenuhi standar visibilitas yang disyaratkan untuk penetapan awal bulan Hijriah. Tinggi hilal diperkirakan berada pada kisaran minus derajat, jauh di bawah batas minimum yang memungkinkan untuk diamati.

Dalam kaidah ilmu falak, apabila hilal berada di bawah horizon, maka awal bulan baru belum dapat ditetapkan melalui metode rukyat.


Potensi Awal Ramadan 19 Februari 2026

Apabila hasil rukyatul hilal membenarkan prediksi tersebut, maka bulan Syakban akan digenapkan menjadi 30 hari. Dengan demikian, awal Ramadan 1447 H berpotensi jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026.

Meski demikian, keputusan final tetap menunggu hasil sidang isbat pemerintah yang menggabungkan data hisab (perhitungan astronomi) dan laporan rukyat dari berbagai wilayah di Indonesia. Karena itu, masyarakat diminta bersabar menanti pengumuman resmi.


Rukyat Tetap Dilaksanakan

Walaupun peluang melihat hilal dinilai kecil, proses rukyatul hilal tetap harus dilaksanakan. Selain menjadi bagian dari metode penentuan kalender Hijriah, kegiatan ini juga berfungsi mengonfirmasi kesesuaian antara teori astronomi dan pengamatan lapangan.

Setiap tahun, momen ini selalu menarik perhatian publik karena menjadi penanda dimulainya bulan suci Ramadan.


Antusiasme Warga Menyambut Ramadan

Di berbagai daerah, suasana menyambut Ramadan mulai terasa. Pedagang takjil bersiap membuka lapak, masjid memperindah area ibadah, dan masyarakat mulai menyiapkan kebutuhan selama berpuasa.

Kepastian tanggal awal Ramadan menjadi hal penting karena berkaitan dengan aktivitas keluarga, agenda keagamaan, hingga perputaran ekonomi masyarakat selama satu bulan penuh.

Apapun keputusan pemerintah melalui sidang isbat nasional nanti, masyarakat diimbau untuk tetap menjaga kebersamaan dan menyambut Ramadan dengan persiapan spiritual terbaik.

(ZI/YA)

Posting Komentar

Business-With-Us-1