Business-With-Us-20251204-185150-0000

Persijap Jepara Kecewa Usai Takluk Tipis dari Arema FC, Kepemimpinan Wasit Jadi Sorotan

Daftar Isi


Zonaintiem.com, Malang – Persijap Jepara menelan kekecewaan mendalam usai kalah tipis 0-1 dari Arema FC pada lanjutan kompetisi yang digelar di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Senin (2/2/2026). Kekalahan tersebut terasa pahit bagi Laskar Kalinyamat yang menilai penampilan mereka sepadan dan layak membawa pulang setidaknya satu poin.


Gol tunggal kemenangan Arema FC dicetak oleh bek anyar mereka, Hansamu Yama. Namun, hasil akhir pertandingan justru memicu polemik di kubu tim tamu. Persijap menilai sejumlah keputusan wasit merugikan mereka, termasuk dianulirnya dua gol—masing-masing terjadi di babak pertama dan babak kedua—yang memicu protes keras dari jajaran tim.


Di tengah tekanan dan kontroversi, Persijap tetap menunjukkan perlawanan sengit sepanjang laga. Sayangnya, upaya menyamakan kedudukan tak membuahkan hasil hingga peluit panjang dibunyikan. Kepemimpinan wasit Aidil Azmi menjadi sorotan utama setelah pertandingan usai.


Pelatih Persijap Jepara, Divaldo Alves, secara terbuka meluapkan kekecewaannya. Pelatih asal Portugal itu menilai timnya kerap dirugikan setiap kali membangun serangan.


“Setiap kali kami menyerang selalu ada peluit. Kami seharusnya mendapat penalti. Selain itu, ada gol yang dianulir karena offside,” ujar Divaldo.


Ia menegaskan, jalannya pertandingan seharusnya berakhir imbang apabila keputusan wasit berjalan adil. Menurutnya, kualitas permainan kedua tim berada di level yang sama.


“Harusnya pertandingan berakhir imbang 1-1. Saya tidak mengerti dengan keputusan wasit hari ini. Gol kami awalnya sah, tidak offside. Tapi tiba-tiba tidak jadi gol,” katanya sambil memperlihatkan rekaman video gol Persijap di ponsel pribadinya.


Secara permainan, Persijap tampil agresif sejak awal laga dan sempat mengurung pertahanan Arema FC di menit-menit pembuka. Memasuki babak kedua, Arema FC meningkatkan intensitas serangan dan lebih dominan dalam penguasaan bola. Meski demikian, Singo Edan gagal menambah keunggulan meski beberapa kali menciptakan peluang.


Ketatnya duel membuat satu gol menjadi pembeda. Namun bagi Persijap, hasil tersebut dinilai tidak sepenuhnya mencerminkan jalannya pertandingan.


Sementara itu, gelandang Persijap, Wahyudi Hamisi, turut menguatkan pernyataan sang pelatih. Ia mengapresiasi perjuangan rekan-rekannya, namun menilai laga tercoreng oleh keputusan pengadil lapangan.


“Saya respek dengan teman-teman yang berjuang sampai menit akhir. Pertandingan seru, dua tim saling menekan. Tapi yang merusak pertandingan saya rasa referee,” ujarnya.


Pemain berusia 28 tahun itu mengaku berada sangat dekat dengan wasit sepanjang pertandingan dan mendengar langsung sejumlah pernyataan sang pengadil, namun memilih tidak mengungkapkannya ke publik.


“Ada banyak kejadian di lapangan dan diucapkan wasit tapi orang luar tidak tahu. Karena posisi saya paling dekat dengan wasit. Namun saya tidak bisa sampaikan. Biar ini jadi konsumsi kami sendiri,” jelasnya.


Kekalahan ini membuat Persijap Jepara gagal memangkas jarak dengan tim-tim di atasnya. Laskar Kalinyamat masih tertahan di peringkat ke-16 klasemen dengan koleksi 12 poin, terpaut lima angka dari PSBS Biak di satu tingkat lebih baik, yang pada pekan yang sama hanya bermain imbang melawan Madura United.


(ZI/YA)

Posting Komentar

Business-With-Us-1