Perantau Asal Keling Jepara Ditemukan Meninggal di Dalam Bus AKAP
zonaintiem.com, Jepara – Seorang perantau bernama Maftuhin (48) ditemukan meninggal dunia di dalam bus antarkota antarprovinsi (AKAP) saat dalam perjalanan pulang menuju Kabupaten Jepara, Jawa Tengah.
Kapolsek Tahunan AKP Ginyono menyampaikan, korban diketahui beralamat di RT 2 RW 2 Dukuh Bajangan, Desa Damarwulan, Kecamatan Keling. Korban meninggal dunia ketika menaiki bus PO Kalingga Jaya dengan rute Jakarta–Jepara.
“Korban berangkat dari Terminal Pasar Induk Jakarta pada Minggu (2/2/2026) sekitar pukul 16.00 WIB. Berdasarkan data manifest penumpang, korban seharusnya turun di wilayah Keling,” jelas AKP Ginyono, Senin (3/2/2026).
Ia menerangkan, sekitar pukul 21.00 WIB, bus sempat berhenti untuk istirahat dan makan di Rumah Makan Markoni, Subang, Kabupaten Batang, selama kurang lebih 45 menit. Namun saat itu korban tidak turun dari bus.
Bus kemudian melanjutkan perjalanan hingga tiba di Terminal Pecangaan, Jepara, sekitar pukul 03.30 WIB. Saat awak bus membangunkan para penumpang, korban yang duduk di kursi nomor 3C tidak memberikan respons.
“Saat dibangunkan, korban tidak bergerak dan kondisi tubuhnya sudah terasa dingin,” ungkap AKP Ginyono.
Awak bus sempat memeriksa denyut nadi dan pernapasan korban, namun tidak ditemukan tanda-tanda kehidupan. Peristiwa tersebut kemudian dilaporkan kepada Polsek Tahunan.
Selanjutnya, bus diarahkan membawa korban ke RSUD RA Kartini Jepara untuk dilakukan pemeriksaan medis. Berdasarkan hasil pemeriksaan dokter jaga dr. Husni, korban diperkirakan telah meninggal dunia sekitar empat jam sebelum ditemukan, ditandai dengan kondisi tubuh yang sudah kaku.
“Tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan fisik maupun penganiayaan. Korban dipastikan meninggal dunia sekitar empat jam sebelum pertama kali diketahui oleh saksi,” tegas AKP Ginyono.
Pihak kepolisian telah menghubungi keluarga korban untuk proses penanganan lebih lanjut.
Editor: ZI/YA
Kalau mau sekalian saya buatkan judul versi SEO, ringkasan lead pendek, atau narasi medsos, tinggal bilang saja.



Posting Komentar