Pemerintah Siapkan Seleksi Sekolah Rakyat, Target Tampung 30 Ribu Siswa dari Keluarga Miskin
Zonaintiem.com, Jakarta – Pemerintah terus menunjukkan komitmennya dalam memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem. Hal tersebut menjadi bukti nyata keberpihakan negara terhadap pemerataan kesempatan belajar melalui Program Sekolah Rakyat (SR).
Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyampaikan bahwa pemerintah saat ini tengah mempersiapkan proses seleksi peserta didik Sekolah Rakyat yang ditargetkan mampu menampung hingga 30 ribu siswa pada tahun ini.
> “Kita lagi persiapan untuk seleksi tahun ini. Memang ada alokasi 30 ribu siswa tahun ini. Kalau semua gedung permanennya selesai, insya Allah 30 ribu itu bisa ditampung,” ujar Gus Ipul di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (3/2).
Ia menjelaskan, setiap gedung permanen Sekolah Rakyat dirancang untuk menampung sekitar 300 siswa, dengan komposisi masing-masing 100 siswa jenjang SD, 100 SMP, dan 100 SMA.
Selain pembangunan infrastruktur, pemerintah juga menyiapkan berbagai aspek pendukung, mulai dari tenaga pendidik, tenaga kependidikan, hingga tim seleksi siswa. Proses seleksi akan melibatkan sejumlah pihak, antara lain Dinas Sosial, Dinas Pendidikan Dasar dan Menengah, serta Badan Pusat Statistik (BPS), guna memastikan data calon peserta didik benar-benar akurat dan tepat sasaran.
Gus Ipul menegaskan, sasaran utama Sekolah Rakyat adalah anak-anak dari keluarga miskin ekstrem (desil-1) dan keluarga miskin (desil-2). Ia juga menekankan pentingnya integritas dalam proses seleksi.
> “Kami berharap tim seleksi tidak main-main, tidak ada titipan, tidak ada suap-menyuap. Yang diterima benar-benar memenuhi kriteria untuk bisa sekolah di Sekolah Rakyat. Itu adalah arahan jelas dari Presiden,” tegasnya.
Komitmen penguatan Program Sekolah Rakyat juga ditegaskan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto. Presiden telah meresmikan operasional 166 Sekolah Rakyat yang tersebar di 34 provinsi di Indonesia.
Presiden Prabowo menyebutkan, dengan beroperasinya 166 Sekolah Rakyat tersebut, jumlah peserta didik pada akhir 2026 diperkirakan mencapai 30 ribu siswa, meningkat signifikan dari sekitar 15 ribu siswa saat ini.
> “Kalau hari ini baru sampai 15.000, saya dilaporkan akhir tahun ini bisa mencapai 30.000. Namun sasaran akhirnya, setiap kampus Sekolah Rakyat memiliki 1.000 murid, sehingga target kita mencapai 500.000 murid,” ujar Prabowo.
Program Sekolah Rakyat diharapkan menjadi solusi nyata dalam memutus rantai kemiskinan melalui akses pendidikan yang adil dan berkelanjutan bagi seluruh anak bangsa.
(ZI/YA)



Posting Komentar