Business-With-Us-20251204-185150-0000

Menkop Ferry Juliantono Dukung SPI Perkuat Kopdes Merah Putih untuk Kedaulatan Pangan

Daftar Isi

 


Zonaintiem.com, Jakarta – Menteri Koperasi dan UKM (Menkop) Ferry Juliantono menyatakan dukungan penuh terhadap Serikat Petani Indonesia (SPI) dalam memperkuat Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih) sebagai upaya mendorong kedaulatan pangan nasional serta meningkatkan kesejahteraan petani melalui pengelolaan usaha pertanian berbasis koperasi.

Dukungan tersebut disampaikan Menkop Ferry usai penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Kementerian Koperasi dan UKM dengan Serikat Petani Indonesia tentang Penguatan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, yang berlangsung di Jakarta, Kamis (5/2/2026).

“Kami di Kementerian Koperasi akan mendukung, membina, mendampingi, menginkubasi, bahkan membiayai koperasi-koperasi yang telah berdiri di lingkungan Serikat Petani Indonesia,” ujar Ferry.

Menurut Ferry, SPI memiliki rekam jejak panjang dalam memperjuangkan hak-hak petani, termasuk melalui keterlibatannya dalam jaringan internasional organisasi petani dunia yang aktif mendorong reforma agraria dan kemandirian pangan berkelanjutan. Pemerintah menilai, selama ini anggota SPI telah membentuk koperasi sebagai badan usaha untuk mengelola produksi pertanian, baik dari lahan milik sendiri maupun lahan yang dikelola secara kolektif bersama masyarakat.

Selain itu, kelompok usaha tani yang berada di kawasan perhutanan sosial maupun lahan yang menjadi objek reforma agraria juga didorong untuk membentuk koperasi. Langkah tersebut dinilai penting agar pengelolaan usaha pertanian menjadi lebih terorganisasi, profesional, dan berkelanjutan.

Menkop berharap kerja sama dengan SPI dapat mendukung pelaksanaan program strategis nasional Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih, yang diarahkan untuk memperkuat ekonomi masyarakat berbasis kelembagaan koperasi di daerah. Ia menilai pengelolaan lahan pertanian melalui koperasi dapat menjadi model yang dapat direplikasi oleh organisasi lainnya.

“Integrasi program juga akan dilakukan melalui dinas koperasi di daerah serta dukungan pembiayaan dari Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) sebagai instrumen pemerintah dalam memperkuat permodalan koperasi,” jelas Ferry.

Ia menambahkan, kolaborasi ini diharapkan menjadi contoh gerakan petani yang kuat dan berkelanjutan, sekaligus memperkokoh peran koperasi petani di Indonesia.

Di tempat yang sama, Ketua Umum Serikat Petani Indonesia (SPI) Henry Saragih mengatakan penandatanganan MoU tersebut merupakan langkah strategis dalam memperkuat kelembagaan ekonomi petani di Tanah Air.

“MoU ini berisi komitmen kami untuk mengembangkan koperasi-koperasi petani Indonesia yang telah kami bentuk dan deklarasikan sejak 2017, sebanyak 1.000 koperasi yang hingga kini masih berjalan,” ujar Henry.

Henry menegaskan, penguatan koperasi petani diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan petani di pedesaan sekaligus memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat secara luas. SPI juga berkomitmen mendorong pengembangan Kopdes Merah Putih agar tumbuh dan maju sebagai bagian dari penguatan ekonomi kerakyatan.

Ia turut mengajak seluruh jajaran SPI untuk terlibat aktif sebagai anggota maupun pengurus Koperasi Desa Merah Putih, sehingga koperasi benar-benar dikelola langsung oleh petani dan masyarakat desa secara berkelanjutan.

“Kami dari Serikat Petani Indonesia berkomitmen penuh dan berharap Kementerian Koperasi terus mendukung pelaksanaan Koperasi Desa Merah Putih ini,” pungkasnya.

(ZI/YA)

Posting Komentar

Business-With-Us-1