Business-With-Us-20251204-185150-0000

Lansia di Grobogan Tewas Tertabrak KA Anjasmoro, Bawa Uang Tunai Rp 25,5 Juta dalam Karung

Daftar Isi


Zonaintiem.com, Grobogan – Seorang lanjut usia (lansia) bernama Sayem (75), warga Desa Bologarang, Kecamatan Penawangan, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, meninggal dunia usai tertabrak Kereta Api Anjasmoro, Sabtu (14/2/2026) sore. Saat kejadian, korban diketahui membawa uang tunai lebih dari Rp 25 juta yang disimpan di dalam karung.


Kapolsek Penawangan AKP Sutarjo mengatakan, berdasarkan keterangan di lapangan, peristiwa nahas tersebut terjadi sekitar pukul 16.00 WIB. Saat itu, korban hendak pulang menuju rumahnya.


Menurut Kapolsek, sebelum kejadian korban diketahui baru saja dari Pasar Pahing di Sedadi. Ketika hendak menyeberangi perlintasan rel kereta api dengan berjalan kaki, melintas KA Anjasmoro Nomor 29F dari arah Surabaya (timur) menuju Jakarta.


“Masinis sudah membunyikan klakson berulang kali, namun diduga karena faktor usia, korban tidak mendengar,” ujar AKP Sutarjo.


Akibat tertabrak kereta, tubuh korban terpental sejauh kurang lebih 50 meter dari titik benturan. Usai kejadian, masinis segera menghubungi petugas pengatur perjalanan kereta api yang kemudian diteruskan ke Polsek Penawangan.


Tim Inafis Polres Grobogan bersama petugas medis dari Puskesmas Penawangan 2 langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan proses evakuasi.


Dalam proses olah TKP, petugas menemukan sebuah karung warna putih milik korban. Setelah diperiksa, karung tersebut berisi uang tunai dalam jumlah besar.


“Di dalam barang bawaan korban, kami mengamankan uang tunai sebesar Rp 25.575.000,” tambah Kapolsek.


Berdasarkan hasil visum luar dari tim medis dan Inafis, korban mengalami luka berat di bagian kepala serta patah tulang di beberapa bagian tubuh. Petugas memastikan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan fisik selain luka akibat benturan kereta api.


“Pihak keluarga telah menerima kejadian ini sebagai musibah. Jenazah korban telah diserahkan ke rumah duka untuk proses pemakaman,” tandasnya.


Terkait uang tunai sebesar Rp 25.575.000 yang dibawa korban menggunakan karung, polisi telah menghitungnya bersama pihak keluarga. Diketahui, korban tidak menikah dan bekerja untuk dirinya sendiri. Uang hasil kerjanya selama ini dikumpulkan dan memang kerap dibawa ke mana pun menggunakan karung.


Saat ditemukan di lokasi kejadian, uang tersebut dalam kondisi utuh dan telah dipastikan oleh keponakan-keponakannya sebagai milik pribadi korban.


(ZI/YA)

Posting Komentar

Business-With-Us-1