Business-With-Us-20251204-185150-0000

Kemacetan Parah Hampir Tiap Hari, Jalur Nasional Jepara–Kudus Lumpuh di Pertigaan PT Mas Senggon Bugel

Daftar Isi

 


Zonaintiem.com, Jepara – Kemacetan panjang kembali melumpuhkan Jalan Nasional Jepara–Kudus, salah satu jalur utama penghubung wilayah di Jawa Tengah. Kepadatan lalu lintas yang berlangsung hingga berjam-jam dilaporkan terjadi hampir setiap hari, khususnya di kawasan pertigaan PT Mas, Desa Senggon Bugel, Kecamatan Mayong.

Pada Jumat, 6 Februari 2026, arus kendaraan tersendat parah sejak sore hari. Antrean kendaraan dari arah Jepara maupun Kudus mengular panjang, menyebabkan laju kendaraan nyaris tidak bergerak. Kondisi tersebut berdampak langsung terhadap mobilitas masyarakat serta kelancaran distribusi barang dan jasa.

Sejumlah pengguna jalan mengeluhkan lamanya waktu tempuh akibat kemacetan tersebut. Selain mengganggu aktivitas harian, kepadatan lalu lintas di jalur nasional itu juga meningkatkan potensi terjadinya kecelakaan, terutama di area persimpangan dengan volume kendaraan yang tinggi.

Warga setempat menilai, pertigaan PT Mas Senggon Bugel telah lama menjadi titik kemacetan yang terus berulang. Kepadatan kendaraan disebut meningkat signifikan pada jam-jam tertentu, terutama ketika aktivitas industri di sekitar lokasi berakhir secara bersamaan. Hingga saat ini, masyarakat belum melihat adanya pengaturan lalu lintas yang konsisten dan efektif untuk mengurai kepadatan tersebut.

Masyarakat pun berharap pemerintah daerah bersama instansi terkait, termasuk Dinas Perhubungan dan kepolisian, segera melakukan evaluasi menyeluruh. Penataan ulang persimpangan, pengaturan arus lalu lintas yang lebih optimal, serta koordinasi dengan pihak industri dinilai mendesak dilakukan guna mencegah kemacetan berulang di jalur strategis tersebut.

Sebagai jalur nasional yang menjadi urat nadi perekonomian regional, Jalan Nasional Jepara–Kudus dituntut memiliki tingkat kelancaran dan keselamatan yang memadai. Tanpa penanganan terpadu dan berkelanjutan, kemacetan berjam-jam di jalur tersebut dikhawatirkan akan terus terjadi dan semakin membebani masyarakat luas.

(Zi/YA)

Posting Komentar

Business-With-Us-1