Helmy Yahya & Dharma Pongrekun: Menyingkap ‘Abstain File’ dan Narasi Global dalam Obrolan Panjang
Zonaintiem.com – Dalam sebuah percakapan yang menarik perhatian publik, pembawa acara dan tokoh media nasional Helmy Yahya berdialog dengan Dharma Pongrekun, membahas sejumlah tema besar terkait politik internasional, pandemi COVID-19, hingga agenda global ke depan.
Obrolan ini tidak hanya melewati topik sehari-hari, tetapi juga merambah isu berskala global yang memicu banyak spekulasi.
1. “Abstain File”: Apa Itu dan Maknanya
Diskusi dibuka dengan istilah yang disebut sebagai “abstain file” — dokumen yang diklaim baru saja dibuka dan menjadi bahan perdebatan politik di Amerika Serikat.
Dalam percakapan tersebut dikemukakan bahwa:
File ini dianggap sebagai hasil proses hukum dan investigasi yang panjang.
Pembukaan dokumen ini disetujui melalui undang-undang (Public Law Transparency) sehingga dapat dirilis oleh otoritas.
Ada dugaan bahwa dokumen tersebut sengaja dibuka sekarang untuk alasan politik tertentu.
Meski demikian, obrolan ini mencampurkan fakta hukum dengan berbagai interpretasi dan spekulasi tentang agenda politik para elite global.
2. Pandemi COVID-19 sebagai “Peristiwa Global”
Covid menjadi topik utama berikutnya. Kedua narasumber menyinggung pengalaman personal dan pandangan mereka terhadap bagaimana pandemi menghadapi dunia, termasuk:
Bagaimana protokol kesehatan, alat tes, dan komunikasi publik menciptakan persepsi ketakutan di masyarakat.
Pandemi digambarkan sebagai “skenario psikologi” yang memengaruhi cara berpikir dan bertindak banyak orang.
Narasi COVID juga dirangkai dengan ide bahwa pandemi merupakan entitas yang lebih dari sekadar virus — menyangkut strategi kontrol populasi dan pergerakan manusia.
Penting untuk dicatat bahwa interpretasi seperti ini merupakan perspektif pribadi, bukan refleksi dari konsensus ilmiah atau laporan resmi lembaga kesehatan dunia.
3. Agenda Global 2030 dan Kekhawatiran terhadap Satu Pemerintahan Dunia
Percakapan kemudian meluas ke masa depan geopolitik global, terutama kaitannya dengan:
TED (Technology, Economy, Development)
Great Reset dan World Economic Forum
Agenda 2030 yang melibatkan pemerintahan, ekonomi, hingga sistem sosial
Dalam versi narasi ini, disebutkan bahwa ada kemungkinan upaya global menuju “One World Government”, “One World Currency”, dan bentuk lain dari integrasi internasional. Ide ini sering dikaitkan dengan organisasi internasional seperti PBB dan berbagai lembaga di bawahnya.
Namun perlu digarisbawahi bahwa agenda internasional seperti Sustainable Development Goals (SDGs) PBB adalah sudah menjadi bagian dari perjanjian global yang disetujui oleh banyak negara — termasuk Indonesia — yang secara terbuka dipublikasikan dan dibahas dalam forum internasional.
4. Kritik terhadap Sistem Pendidikan dan Ketergantungan Indonesia
Dharma dan Helmy juga menyampaikan pandangan kritis tentang bagaimana negara berkembang — termasuk Indonesia — sering dianggap mengikuti pola yang ditetapkan oleh negara maju dan organisasi internasional.
Beberapa poin yang disuarakan meliputi:
Ketergantungan pada lembaga pendidikan global
Perencanaan nasional yang dianggap tidak sepenuhnya mandiri
Peran ekonomi dan investasi asing dalam menentukan arah kebijakan
Pendekatan tersebut merupakan bagian dari diskursus yang lebih luas tentang kedaulatan negara di era globalisasi; namun esensinya sangat dipengaruhi oleh opini dan interpretasi pribadi kedua pembicara.
5. Pesan Akhir: Kritis, Was Was, namun Perlu Verifikasi Fakta
Dari keseluruhan percakapan, beberapa pesan utama yang ingin ditekankan adalah:
Warga perlu berpikir kritis dalam menanggapi isu besar, terutama yang beredar luas di media sosial.
Tidak mudah percaya pada narasi tunggal; lakukan verifikasi terhadap sumber informasi.
Kekhawatiran terhadap kontrol sosial, kesehatan, dan ekonomi memang menjadi perhatian banyak orang kontemporer — namun penjelasan harus tetap berbasis data yang dapat diuji.
Penutup
Obrolan antara Helmy Yahya dan Dharma Pongrekun menghadirkan wawasan menarik tentang bagaimana berbagai isu global dilihat dari perspektif mereka — mulai dari hukum internasional, pandemi, hingga geopolitik masa depan.
Namun, penting diingat bahwa banyak klaim yang muncul dalam percakapan tersebut lebih bersifat opini dan interpretasi pribadi, bukan fakta yang telah terverifikasi secara ilmiah maupun hukum. Sebagai pembaca, selalu bijak dalam mengonsumsi informasi, serta cek ulang klaim besar dengan sumber yang kredibel.


Posting Komentar