Bocah SD Tewas Tenggelam di Sungai Senden Jepara, BPBD Ungkap Bahaya Palung Tersembunyi
Zonaintiem.com, Jepara – Suasana duka menyelimuti warga Desa Mulyoharjo, Kecamatan Jepara, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, setelah seorang bocah sekolah dasar dilaporkan meninggal dunia akibat tenggelam di Sungai Senden, Kamis (5/2/2026). Sungai yang kerap dijadikan lokasi bermain anak-anak tersebut ternyata menyimpan bahaya tersembunyi berupa palung dalam atau yang oleh warga setempat dikenal dengan sebutan belik.
Korban diketahui bernama Muhammad Afriza Maulana (11), pelajar kelas V SD, warga Desa Klepu, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara. Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa tragis itu bermula saat korban bersama delapan orang temannya berangkat dari rumah sekitar pukul 12.30 WIB untuk bermain dan mandi di Sungai Senden.
Sungai Senden selama ini dikenal memiliki aliran air yang relatif tenang di beberapa bagian. Namun, pada titik-titik tertentu terdapat palung cukup dalam dengan kontur dasar berbatu yang sulit dikenali, terutama oleh anak-anak. Kondisi tersebut diduga kuat menjadi penyebab korban tenggelam saat sedang bermain air.
Sekitar pukul 14.00 WIB, situasi mendadak berubah panik setelah salah satu teman korban menyadari Afriza tidak terlihat di permukaan sungai. Teman korban kemudian berlari meminta pertolongan kepada warga sekitar. Dua warga yang berada tidak jauh dari lokasi, yakni Karmono dan Fikri Ardiawan Saputra, segera menuju sungai bersama warga lainnya untuk melakukan pencarian.
Proses pencarian dilakukan secara manual dengan menyusuri aliran sungai dan menyelam di sejumlah titik yang dicurigai. Beberapa saat kemudian, korban ditemukan di dalam palung Sungai Senden. Namun, saat berhasil diangkat ke permukaan, korban sudah dalam kondisi meninggal dunia.
Peristiwa tersebut selanjutnya dilaporkan kepada aparat desa dan pihak kepolisian setempat. Petugas Bhabinkamtibmas Desa Mulyoharjo mendatangi lokasi untuk melakukan tindakan pertama di tempat kejadian perkara (TPTKP). Jasad korban kemudian dievakuasi ke RSUD RA Kartini Jepara guna menjalani visum sebagai bagian dari prosedur medis dan hukum.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jepara yang dikonfirmasi membenarkan bahwa Sungai Senden termasuk dalam kategori lokasi rawan, khususnya bagi anak-anak. Struktur dasar sungai yang tidak merata serta keberadaan palung dalam dinilai kerap menjadi jebakan berbahaya.
> “Di Sungai Senden terdapat beberapa titik palung yang cukup dalam dan sulit dikenali dari permukaan. Kondisi ini sangat berisiko, terlebih jika digunakan untuk bermain tanpa pengawasan orang dewasa,” ujar perwakilan BPBD Jepara, Kamis (5/2/2026).
BPBD Jepara juga menekankan pentingnya peran orang tua dan pemerintah desa dalam upaya pencegahan. Edukasi kepada anak-anak terkait bahaya sungai, pemasangan rambu peringatan di titik rawan, serta pembatasan area bermain dinilai sebagai langkah sederhana namun krusial.
Tragedi tenggelamnya bocah sekolah dasar ini kembali menjadi pengingat bahwa sungai bukanlah tempat bermain yang aman tanpa pengawasan. Di balik aliran air yang tampak tenang, tersimpan potensi bahaya yang dapat merenggut nyawa dalam waktu singkat.
Warga sekitar berharap, peristiwa yang menimpa Muhammad Afriza Maulana menjadi kejadian terakhir. Kesadaran bersama, pengawasan ketat, serta langkah mitigasi dari seluruh pihak diharapkan mampu mencegah jatuhnya korban jiwa berikutnya di sungai-sungai wilayah Jepara.
ZI/YA



Posting Komentar