Business-With-Us-20251204-185150-0000

Mengenal Makam R. Danoewikrama di Grobogan, Diyakini Sebagai Kakek Buyut Bung Karno

Daftar Isi

 


GROBOGAN – Sebuah makam kuno yang terletak di pekarangan warga Kelurahan Kunden, Kecamatan Wirosari, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, kini tengah menjadi sorotan sejarawan. Makam atas nama R. Danoewikrama tersebut diyakini kuat merupakan tempat peristirahatan terakhir kakek buyut dari Presiden pertama RI, Ir. Soekarno.

Meski memiliki nilai historis yang tinggi sebagai bagian dari silsilah "Putra Sang Fajar", kondisi makam tunggal di lahan milik warga tersebut terpantau kurang terawat.

Bukti Literatur dan Silsilah

Penulis Sejarah Lokal Grobogan, Badiatul Muchlisin Asti, mengungkapkan bahwa klaim mengenai makam tersebut didukung oleh berbagai sumber pustaka dan penuturan lisan. Asti merujuk pada dua karya literatur utama untuk menguatkan genealogi tersebut:

Buku "Ayah Bunda Bung Karno" (2002): Karya Nurinwa Ki S. Hendrowinoto, dkk., menyebutkan bahwa R. Danoewikrama adalah putra Pangeran Harya Mangkudiningrat sekaligus cucu dari Sultan Hamengku Buwono II.

Buku "Menyingkap Asal-usul Bung Karno" (1998): Karya Sugeng Haryadi yang memaparkan silsilah Raden Danu sebagai keturunan dari pejabat di era pembagian Mataram pasca-Perjanjian Giyanti.

"Meskipun terdapat dua versi mengenai garis nasab, keduanya memiliki banyak kesamaan dan saling melengkapi, terutama dalam konteks peran beliau saat Perang Diponegoro," ujar Asti.

Peran dalam Perang Diponegoro

Berdasarkan catatan sejarah, Raden Danu merupakan sosok pejuang yang aktif melawan kolonial Belanda pada masa Perang Diponegoro (1825-1830). Ia dikisahkan bergerak menyusuri aliran Sungai Lusi hingga akhirnya menetap di wilayah Wirosari untuk membangun benteng pertahanan sementara.

Setelah perang usai, Raden Danu memutuskan untuk tinggal dan membangun pemukiman di Wirosari bersama anak keturunannya hingga wafat dan dimakamkan di Kunden.

Garis Keturunan Menuju Sang Proklamator

Menurut penelitian Asti, Raden Danoewikrama memiliki lima orang anak. Salah satunya adalah Raden Hardjodikromo, yang merupakan kakek kandung Bung Karno.

Raden Hardjodikromo: Lahir sekitar tahun 1840, sempat menjabat sebagai carik (juru tulis) di Desa Kalirejo, Wirosari, sebelum akhirnya pindah ke Tulungagung.

Raden Soekemi Sosrodihardjo: Ayah Bung Karno yang lahir di Kalirejo, Wirosari pada tahun 1873. Soekemi kemudian menjadi guru dan bertugas di Bali, tempat ia bertemu dengan Nyoman Rai Srimben.

Penemuan dan penguatan bukti sejarah ini diharapkan dapat menjadi perhatian pemerintah daerah maupun pusat, mengingat pentingnya menjaga situs-situs yang berkaitan erat dengan sejarah perjuangan dan silsilah tokoh bangsa.

(ZI/YA)

Posting Komentar

Business-With-Us-1