Business-With-Us-20251204-185150-0000

Gubernur Jateng Ahmad Luthfi Tinjau Longsor Desa Tempur Jepara, Salurkan Bantuan BTT Rp 206 Juta

Daftar Isi

 



JEPARA, Zonaintiem.com – Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, bersama Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen melakukan peninjauan langsung ke Desa Tempur, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara, Selasa (13/1/2026). Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan penanganan pascabencana longsor di desa tertinggi di Jepara tersebut berjalan optimal.

Dalam kesempatan tersebut, Ahmad Luthfi menyerahkan bantuan logistik dan dana stimulan sebesar Rp 206 juta. Dana tersebut bersumber dari anggaran Biaya Tak Terduga (BTT) Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk mempercepat pemulihan infrastruktur dan kebutuhan warga.

"BTT kita dorong ke sini. Hari ini kita berikan Rp 206 juta. Nanti akan kita tambah lagi jika memang dibutuhkan," ujar Luthfi saat memberikan keterangan kepada awak media di lokasi terdampak.

Dampak Bencana dan Kondisi Wilayah

Hujan dengan intensitas tinggi selama beberapa hari terakhir memicu terjadinya longsor di lereng Gunung Muria tersebut. Secara geografis, Desa Tempur memang dikenal sebagai zona rawan bencana. Berdasarkan data terkini, tercatat sedikitnya 23 titik longsor di sepanjang ruas jalan utama desa.

Bencana ini memberikan dampak signifikan bagi mobilitas dan ekonomi warga, di antaranya:

  • Warga Terdampak: Hampir 3.600 jiwa sempat terisolasi akibat akses jalan terputus.

  • Kerusakan Bangunan: 1 rumah rusak berat, 6 rumah rusak ringan, dan 2 unit usaha warga mengalami kerusakan.

  • Aksesibilitas: Jalan utama tertutup material longsor, membatasi distribusi logistik.

Kecepatan Respon dan Langkah Strategis

Ahmad Luthfi mengapresiasi sinergi seluruh pihak yang bergerak cepat dalam melakukan evakuasi dan pembukaan akses jalan.

”Berkat kecepatan Basarnas, BPBD, relawan, termasuk TNI dan Polri, akses yang semula terputus kini sudah bisa diterobos oleh kendaraan roda dua,” tuturnya. Ia menegaskan bahwa dalam situasi krisis, kecepatan merespons adalah kunci utama agar dampak bencana tidak meluas.

Penanganan Berkelanjutan

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah tidak hanya fokus pada penanganan darurat, tetapi juga menyiapkan solusi jangka panjang secara struktural. Rencana ke depan meliputi:

  1. Normalisasi Sungai: Penataan alur sungai di sisi kanan untuk mencegah pengikisan tanah lebih lanjut.

  2. Infrastruktur Jalan: Pembangunan kembali jalan permanen setelah kondisi tanah dinyatakan stabil.

  3. Jaminan Sosial: Pemenuhan kebutuhan pokok warga melalui aktivasi dapur umum yang terus dipantau.

”Rencananya di sebelah kanan (sungai) akan kita tangani dulu, baru kemudian bisa dibangun jalan. Sementara ini, kebutuhan masyarakat kita atasi sepenuhnya melalui dapur umum,” pungkas Luthfi.


Editor: ZI/YA

Posting Komentar

Business-With-Us-1