Desa Tempur Jepara Terisolasi, Puluhan Titik Longsor Tutup Akses Jalan Utama
JEPARA, ZONAINTIEM.COM – Cuaca ekstrem yang melanda wilayah Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, memicu bencana tanah longsor skala besar di Desa Tempur, Kecamatan Keling, pada Jumat (9/1/2026). Puluhan titik longsor dilaporkan menutup akses jalan utama, menyebabkan ribuan warga di desa tertinggi tersebut terisolasi.
Kondisi Terkini: Jalan Sepanjang 70 Meter Hanyut
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Jepara, Arwin Noor Isdiyanto, mengungkapkan bahwa dampak longsor kali ini sangat signifikan. Lokasi paling parah berada di kawasan Kedung Ombo, di mana badan jalan sepanjang 60–70 meter hilang total terseret arus sungai.
"Saat ini, akses sangat terbatas. Di Kedung Ombo, badan jalan hanyut dan hanya menyisakan bahu jalan selebar 50 sentimeter yang hanya bisa dilalui sepeda motor dengan ekstra hati-hati," ujar Arwin.
Data Kerusakan Infrastruktur:
Jumlah Titik Longsor: Puluhan titik (18 di antaranya kategori besar).
Dimensi Longsor: Panjang material 6 meter hingga 100 meter lebih.
Ketebalan Material: Antara 0,5 hingga 2 meter menutupi aspal.
Kerusakan Lain: Pagar jembatan tersapu, dan alur Sungai Kali Gelis berpindah hingga mengancam permukiman warga.
Upaya Penanganan dan Jalur Alternatif
Pihak BPBD Jepara tengah melakukan koordinasi intensif untuk membuka keterisolasian warga. Beberapa langkah darurat yang disiapkan antara lain:
Opsi Penyeberangan Air: Jika sisa bahu jalan di Kedung Ombo kembali tergerus banjir, BPBD menyiapkan perahu yang diikat tali sebagai sarana penyeberangan darurat.
Jalur Alternatif Medono: Berkoordinasi dengan komunitas motor trail dan pemuda Damarwulan untuk memetakan jalur alternatif melalui Medono menuju Dukuh Duplak.
Alat Berat: Segera dikerahkan ke titik yang memungkinkan untuk mempercepat pembersihan material tanah dan bebatuan.
Imbauan Keselamatan Bagi Warga
Mengingat potensi longsor susulan masih sangat tinggi akibat curah hujan yang belum stabil, BPBD Jepara meminta warga Desa Tempur dan sekitarnya untuk:
Meningkatkan kewaspadaan saat hujan lebat turun lebih dari dua jam.
Membatasi aktivitas melintasi jalur rawan longsor, terutama bagi pejalan kaki.
Segera melapor jika melihat rekahan tanah baru di area perbukitan.
Bencana ini tidak hanya menghambat mobilitas, tetapi juga mulai berdampak pada stabilitas ekonomi desa karena distribusi logistik ke pusat Kota Jepara terhenti total.
Sumber: AntaraNews / Zonaintiem.com
Editor: ZI/Red

.jpg)

Posting Komentar