Viral Oknum ASN Berseragam Korpri Rundung Disabilitas, Sikap Cahyo Maafkan Pelaku Bikin Netizen Terharu
Zonaintiem.com – JAKARTA, Jagat media sosial kembali dihebohkan oleh beredarnya sebuah video viral yang memperlihatkan seorang pria mengenakan seragam Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) diduga melakukan tindakan perundungan (bullying) terhadap seorang penyandang disabilitas bernama Cahyo. Video tersebut memantik kemarahan publik karena dinilai sangat tidak etis dan merendahkan martabat kemanusiaan.
Peristiwa ini menjadi sorotan tajam warganet pasca viral pada Kamis (18/12/2025). Dikutip dari unggahan akun Instagram @urbanfeed.news, tindakan pria yang berstatus sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) tersebut dianggap tidak mencerminkan sikap seorang pengayom masyarakat.
Menanggapi kegaduhan yang terjadi, Cahyo akhirnya angkat bicara melalui akun TikTok pribadinya. Alih-alih membalas dengan amarah, Cahyo justru menunjukkan sikap yang sangat tenang. Dalam pernyataannya, ia mengaku telah memaafkan perbuatan pria tersebut dengan lapang dada.
Sikap dewasa dan penuh empati yang ditunjukkan Cahyo justru membuat simpati publik semakin mengalir deras. Banyak netizen menilai bahwa Cahyo menunjukkan keluhuran budi yang luar biasa, kontras dengan perilaku oknum ASN dalam video tersebut.
Sebagian besar komentar warganet menyebutkan bahwa dalam insiden itu, justru Cahyo-lah yang menunjukkan "akal sehat" dan hati nurani yang sesungguhnya.
Banjir Dukungan dan Kecaman
Kolom komentar di berbagai platform media sosial dipenuhi oleh ragam reaksi emosional. Publik mengecam keras perilaku pria berbaju Korpri yang dinilai arogan, sementara di sisi lain, doa dan dukungan mengalir deras untuk Cahyo.
Sentimen netizen menyoroti pentingnya adab dan etika, terutama bagi mereka yang menyandang status sebagai pendidik atau aparatur negara. Beberapa komentar menohok dari netizen yang merangkum kekecewaan publik antara lain:
- "Memang benar, adab lebih tinggi daripada ilmu. Ini contoh ilmunya tinggi tapi adabnya jongkok," tulis salah satu warganet menyoroti ironi pendidikan pelaku.
- "Mas Cahyo, sukses dunia akhirat… aamiin," doa tulus dari pengguna lain.
- "Semangat Mas Cahyo, hatimu bersih sekali mas, salut," puji netizen.
Tak hanya dukungan, kemarahan publik juga tak terbendung. Beberapa netizen bahkan berusaha mencari identitas pelaku dengan berkomentar, "Ada akun si guru? Mau silaturahmi nih," serta komentar pedas lainnya yang menyayangkan perilaku tidak terpuji tersebut.
Nama Cahyo kini menjadi simbol ketulusan di tengah krisis moral yang dipertontonkan oknum aparat. Publik berharap peristiwa ini menjadi pelajaran keras bahwa empati dan adab harus selalu dijunjung tinggi, tanpa memandang latar belakang, jabatan, maupun status sosial seseorang.
(ZI/YA)



Posting Komentar