Business-With-Us-20251204-185150-0000

Persijap Jepara Resmi Tunjuk Divaldo Alves Jadi Pelatih, Usung Misi Bangkit di Liga 1 2025/2026

Daftar Isi

 



JEPARA – Menghadapi ancaman nyata degradasi di kompetisi Liga 1 Superleague 2025/2026, manajemen Persijap Jepara mengambil langkah strategis nan berani. Tim berjuluk Laskar Kalinyamat ini secara resmi melakukan perombakan besar-besaran di jajaran kepelatihan demi menghentikan tren negatif yang tengah melanda klub.

Reuni 15 Tahun: Divaldo Alves Kembali ke Bumi Kartini

Puncak dari perombakan ini adalah penunjukan Divaldo Da Silva Teixeira Alves sebagai pelatih kepala baru. Pelatih kawakan asal Portugal ini bukanlah nama asing di Jepara; ia tercatat pernah menahkodai Persijap 15 tahun silam.

Penunjukan Divaldo diharapkan menjadi solusi instan bagi keterpurukan tim. Berbekal pengalaman luas di sepak bola Indonesia—termasuk kiprahnya bersama PSBS Biak—Divaldo memikul beban berat untuk mengangkat mentalitas bertanding para pemain yang tengah anjlok.

Struktur Baru: Duet Portugal di Jajaran Teknis

Langkah unik diambil manajemen dengan mempertahankan Mario Lemos. Meski baru saja dicopot dari kursi pelatih kepala akibat performa buruk tim, Lemos tidak didepak dari klub. Ia kini mengemban jabatan baru sebagai Direktur Teknik.

Kolaborasi dua pelatih asal Portugal ini diharapkan menciptakan sinergi taktis yang kuat. Mario Lemos pun menyambut baik kedatangan koleganya tersebut.

“Coach Divaldo tahu betul bagaimana karakter Persijap dan atmosfer kompetisi di Indonesia. Pengalaman masa lalunya di tim ini menjadi nilai tambah yang sangat kami butuhkan saat ini,” ujar Lemos pada Sabtu (20/12).

Kondisi Darurat dan Tantangan Perdana

Persijap saat ini tengah berada dalam periode kelam. Berikut adalah ringkasan situasi klub saat ini:

  • Posisi Klasemen: Urutan ke-16 (Zona Degradasi).

  • Poin: 8 Poin.

  • Tren Pertandingan: 7 Kekalahan beruntun.

  • Tantangan Terdekat: Menghadapi PSIM Yogyakarta (Selasa, 23/12).

Divaldo Alves menyatakan optimisme tinggi dalam kepulangannya ke Stadion Gelora Bumi Kartini (SGBK). Ia menekankan bahwa dukungan suporter akan menjadi faktor kunci dalam kebangkitan tim.

“Kehadiran saya di sini bukan hal baru. Saya tahu betul dukungan suporter Persijap sangat luar biasa. Saya ingin membawa tim ini melangkah lebih baik dengan semangat baru,” tegas Divaldo.

Manajemen berharap atmosfer angker SGBK dapat kembali dirasakan oleh tim tamu, dimulai dari laga krusial melawan PSIM Yogyakarta besok Selasa. Kemenangan menjadi harga mati bagi Laskar Kalinyamat untuk segera mentas dari zona merah. (ZI/YA)

Posting Komentar

Business-With-Us-1