Tragedi Maut Renggut Siswi SMK di Jepara, Media Sosial Soroti Tanggung Jawab dan Ketegasan Pemerintah
Jepara, Zonaintiem.com – Kabar duka menyelimuti Kabupaten Jepara setelah kecelakaan lalu lintas tragis merenggut nyawa Bella Silvia (15), siswi kelas X MPLB 1 SMK Islam Sultan Agung 1 Kalinyamatan. Korban meninggal dunia di lokasi kejadian, Jalan Jepara–Welahan, kawasan Kalipucang Kulon, Sabtu (29/11/2025) sekitar pukul 10.56 WIB.
Insiden yang merenggut nyawa pelajar ini segera menjadi sorotan tajam di berbagai kanal media sosial, khususnya Facebook, memicu perdebatan sengit mengenai tanggung jawab antara pengendara, operator kendaraan berat, hingga peran Pemerintah Kabupaten Jepara dalam mengelola lalu lintas.
Kronologi Singkat Kecelakaan
Berdasarkan data yang dihimpun, kecelakaan bermula ketika motor Honda Scoopy yang ditumpangi korban bersenggolan saat berusaha mendahului kendaraan lain. Bella terpental ke badan jalan dan nahas, pada saat bersamaan, truk tronton tangki Hino K 9526 HC melaju dari belakang dan tak sempat menghindar. Korban meninggal dunia di tempat akibat terlindas roda belakang truk.
Sorotan Publik di Media Sosial
Tragedi ini memicu reaksi keras dari warganet, yang menyoroti berbagai faktor, mulai dari kelalaian berkendara hingga regulasi kendaraan berat di jalan raya.
Akun bernama Nawab memberikan komentar yang menyalahkan pengendara truk, namun sekaligus mengimbau introspeksi diri bagi semua pengguna jalan:
"Ngene iki lho sing sak ake supir truk e, reti dalan raya akih mobil-mobil gede kadang do ngawur, kadang yo enek sing jagongan sejejer... tek wis ngene sing salah sing nabrak. Bukane nyalahke korban, koreksi masing-masing saja."
Sementara itu, akun Yusuf Arfian secara spesifik menuntut ketegasan dari Pemerintah Kabupaten Jepara terkait jam operasional kendaraan berat:
"Ini bukti nyata dan sering terjadi. Bupati perlu mengetati aturan jam berlaku untuk kendaraan seperti ini... perlu ketegasan, selama ini gak ada ketegasan untuk itu. Termasuk kendaraan berat seperti ini juga banyak oknum ugal-ugalan di kala jam kerja dan jam ramai. Perlu jadi sorotan penting kalau Bupati memang niat."
Aspek kepatuhan pelajar dalam berkendara juga diangkat oleh akun Charis Eka, yang membandingkan kondisi lalu lintas saat ini dengan masa lampau:
"Sobek tenan supire... soale saiki akeh bocah sekolah seng do gowo motor dewe. Nek jamanku biyen iseh aman, wong do numpak angkot opo bis, jadi minim kecelakaan, gak kyo saiki... Nek selagi wingi yo 2x kyane korban anak sekolah juga."
Imbauan dan Penanganan Kepolisian
Satlantas Polres Jepara telah mengevakuasi korban dan mengamankan sopir truk untuk pemeriksaan lebih lanjut. Kanit Gakkum Satlantas Polres Jepara, IPTU Ahmad Riyanto, mengimbau agar masyarakat dan orang tua lebih berhati-hati.
“Jalan raya bukan tempat belajar berkendara. Banyak kecelakaan terjadi karena kurangnya pengalaman dan minimnya kewaspadaan,” ujar IPTU Riyanto, menekankan pentingnya peran orang tua dalam mengawasi anak-anak mereka saat berlalu lintas.
Tragedi ini menjadi pengingat bagi seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pengguna jalan, regulator daerah, hingga orang tua, bahwa keselamatan harus menjadi prioritas utama demi mencegah terulangnya insiden serupa.
(ZI/YA)


Posting Komentar