banner

Resmikan SPPG Al Fitroh, Bupati Jepara Witiarso Utomo Targetkan 49 Dapur Mandiri untuk Program Makan Bergizi Gratis

Daftar Isi

 


JEPARA (ZONAINTIEM.COM) — Pemerintah Kabupaten Jepara semakin mempertegas komitmennya dalam peningkatan kualitas gizi anak-anak di Kota Ukir. Komitmen ini diwujudkan melalui peresmian Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Al Fitroh Watuaji yang berlokasi di Desa Jambu Timur, Kecamatan Mlonggo, pada Selasa (04/11/2025).

Bupati Jepara, Witiarso Utomo, secara langsung meresmikan SPPG tersebut, yang akan menjadi salah satu motor penggerak pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayahnya.

Turut hadir dalam acara peresmian ini Ketua DPRD Jepara, Agus Sutisna, bersama anggota dewan Khoirul Anam, serta berbagai elemen masyarakat dan tokoh penting lainnya.

Jangkauan Luas dan Dukungan Gotong Royong

Kepala SPPG Jambu Timur, Muh Yusuf, menjelaskan bahwa unit dapur mereka telah aktif menyelenggarakan Program MBG dan saat ini telah melayani total 2.202 penerima manfaat. Program ini menyasar peserta didik dari berbagai jenjang, mulai dari PAUD/TK, SD/MI, SMP, hingga SMK atau sederajat.

"Pada minggu pertama, kami menjangkau 1.375 penerima, dan meningkat signifikan pada minggu berikutnya hingga mencapai 2.202 penerima manfaat," ujar Yusuf.

Sebaran penerima manfaat mencakup 18 titik di Jambu Timur, 1 titik di Sekuro, dan 2 titik di Srobyong. Yusuf menambahkan, program ini dijalankan secara profesional dengan melibatkan:

SPPI dan Ahli Gizi

Ahli Akuntansi

Dukungan dari 60 relawan yang berasal dari masyarakat setempat.

Setelah peresmian, Bupati Witiarso Utomo bersama rombongan meninjau langsung kondisi SPPG Jambu Timur, mulai dari dapur, tempat penyajian makanan, hingga aspek sanitasi. Rombongan juga mengunjungi MI Raudlatut Thalibin, salah satu sekolah yang siswanya menjadi penerima manfaat MBG dari SPPG ini.

MBG: Mengentaskan Gizi dan Menggerakkan Ekonomi Lokal

Dalam sambutannya, Bupati Witiarso Utomo menyampaikan apresiasi tinggi atas semangat gotong royong yang menjadi tulang punggung keberhasilan SPPG. Ia menegaskan bahwa Jepara kini telah memiliki 49 SPPG aktif yang tersebar di hampir seluruh kecamatan.

Bupati menegaskan bahwa Program MBG bukan sekadar amanah dari pemerintah pusat, tetapi juga tanggung jawab moral daerah. Lebih dari itu, keberadaan SPPG memiliki dampak ganda:

Peningkatan Gizi: Memastikan generasi masa depan tumbuh sehat dan cerdas.

Pemberdayaan Ekonomi Lokal: Menghidupkan perekonomian desa.

“SPPG bukan hanya mengentaskan gizi, tapi juga menggerakkan ekonomi rakyat desa. Petani tersenyum karena hasilnya dibeli, UMKM hidup karena produknya digunakan, dan masyarakat desa bergerak bersama dalam semangat gotong royong,” tegas Bupati.

Witiarso Utomo juga mendorong anggota DPRD Jepara untuk mengalokasikan dana aspirasi guna penguatan UMKM di daerah pemilihan masing-masing. UMKM yang dikelola masyarakat ini diproyeksikan tumbuh selaras dengan Program MBG, yang membutuhkan suplai bahan baku lokal secara berkelanjutan.

"Melalui kolaborasi lintas sektor ini, kita tak hanya melahirkan SDM yang unggul menuju Indonesia Emas 2045, namun juga menggerakkan perekonomian masyarakat," harapnya.

Kegembiraan terhadap program ini turut dirasakan oleh penerima manfaat. Albi, salah seorang siswa MI Raudlatut Thalibin, mengaku senang dengan menu MBG yang diterimanya, yang terdiri dari ayam krispi, sayur wortel, buah segar, dan susu. "Enak, rasanya enak. Saya suka," pungkas Albi.

(Red/ZI)

Posting Komentar